Pengusaha Tekstil Curhat 4 Tahun Rugi Imbas Impor Pakaian Bekas Ilegal
Senin, 3 November 2025 | 13:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Maraknya praktik impor ilegal pakaian bekas telah merugikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) selama empat tahun terakhir. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta.
"Praktik importasi ilegal termasuk juga impor dengan harga dumping itu sangat mengganggu industri tekstil, khususnya dalam 4 tahun terakhir dan membuat banyak kerugian," kata Redma kepada Beritasatu.com pada Senin (3/11/2025).
Redma mengungkapkan, impor pakaian bekas ilegal ini telah menimbulkan kerugian yang sangat besar. Banyak perusahaan yang bangkrut hingga pekerja yang di-PHK akibat maraknya praktik tersebut.
"Di antaranya lebih dari 80 perusahaan yang sudah tutup dan memberhentikan lebih dari 250.000 orang pekerja," tuturnya.
Oleh karenanya, industri TPT memerlukan dukungan dari pemerintah untuk memberantas praktik impor ilegal tersebut.
Terbaru, Redma mengapresiasi langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat penimbunan pabean di Cikarang, Jawa Barat, untuk memantau pengawasan peredaran barang impor ilegal, pada Jumat (31/10/2025) lalu.
"Langkah Pak Purbaya untuk menindak impor ilegal termasuk importasi pakaian bekas ilegal sudah sangat baik dan kami tentu mendukungnya. Karena memang hal itu sudah kami perjuangkan lebih dari 4 tahun," pungkasnya.
Tak hanya itu, Redma berharap pemerintah dapat melakukan upaya pemberantasan secara menyeluruh. Bukan lagi penindakan di level pedagang, tetapi langsung ke importirnya.
"Jadi kami harap apa yang dilakukan Pak Purbaya ini adalah menindak importirnya," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




