Purbaya: Vokasi dan Magang Nasional Dipercepat untuk Perkuat SDM
Kamis, 27 November 2025 | 23:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat pengembangan program vokasi, Magang Nasional, serta skema pelatihan khusus bagi lulusan SMK untuk menutup kesenjangan keterampilan di pasar tenaga kerja. Langkah ini ditempuh agar generasi muda dapat lebih cepat terserap industri di tengah ketatnya persaingan angkatan kerja.
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan program vokasi berskala besar yang meliputi berbagai bidang, mulai dari pelatihan welder hingga sektor hospitality. Program tersebut direncanakan mulai berjalan tahun depan dan diproyeksikan menjadi jalur percepatan bagi tenaga kerja baru menuju pekerjaan yang lebih layak.
“Pak Presiden sudah membuat program vocational yang cukup besar, itu cost-nya untuk welder, hospitality dan lain-lain diperkuat. Nanti tahun depan mulai berjalan sehingga mereka bisa dapat kerjaan lebih layak,” kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025).
Selain vokasi, pemerintah juga memperluas Program Magang Nasional yang saat ini telah berjalan untuk dua gelombang dan segera memasuki gelombang ketiga. Namun, program tersebut masih terbatas bagi mahasiswa S-1 dan D-3.
Karena itu, Purbaya meminta Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan skema pelatihan dan magang yang secara khusus menyasar lulusan SMK. Ia menilai kelompok ini perlu mendapatkan percepatan agar lebih kompetitif dalam menghadapi dunia industri.
“Nanti kita akan coba usulkan ke menaker untuk memikirkan yang lulusan SMK dan itu harus diperhatikan,” tegasnya.
Purbaya menekankan bahwa penguatan vokasi, program magang, dan pelatihan khusus SMK merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja nasional. Upaya tersebut juga mendukung strategi pemerintah dalam mengejar pertumbuhan ekonomi lebih tinggi agar mampu menyerap tambahan tenaga kerja setiap tahun.
“Kita ciptakan lapangan pekerjaan buat SMK itu. Kalau ekonominya tumbuh seperti sekarang memang sulit. Namun, ke depan saya pikir lulusan SMK akan dapat kerjaan dengan lebih mudah dibanding sekarang,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




