Dilema Penerapan Bea Keluar Batu Bara di Tengah Lesunya Industri
Senin, 8 Desember 2025 | 20:06 WIB
Sementara itu, rata-rata upah pekerja di sektor pertambangan pada Agustus 2025 sekitar Rp 5 juta per bulan, turun dari Rp 5,2 juta pada Agustus 2024.
Christiantoko menegaskan, “Tekanan pada sektor pertambangan batu bara terlihat dari berbagai indikator, mulai harga, nilai ekspor, hingga upah pekerja.” Ia menambahkan bahwa kondisi ini menegaskan pentingnya hilirisasi batu bara.
“Apalagi pemerintah berencana membangun fasilitas pengolahan batu bara menjadi gas, sehingga pasokan yang memadai sangat diperlukan,” ujar Christiantoko.
Menurutnya, saat ini merupakan momen tepat untuk menerapkan bea keluar batu bara. Kebijakan ini sejalan dengan strategi pemerintah memperluas basis penerimaan negara dan menjaga kinerja fiskal, terutama di tengah penurunan harga batu bara dan tekanan pada sektor pertambangan.
Di sisi lain, pemerintah tetap optimistis kebijakan bea keluar emas akan mendukung penerimaan negara. Purbaya menegaskan bahwa instrumen ini diharapkan membantu pemanfaatan sumber daya domestik, memperkuat tata kelola, sekaligus menjaga pasokan bahan baku dalam negeri.
Dengan perbedaan tren harga, emas naik tajam, batu bara menurun, penerapan bea keluar menjadi langkah strategis untuk menyeimbangkan fiskal dan mendorong hilirisasi komoditas. Para analis menilai langkah ini dapat meningkatkan penerimaan negara sekaligus menstimulus investasi pada sektor pengolahan dalam negeri.
Hilirisasi diharapkan menahan penurunan upah pekerja dan memperluas nilai tambah batu bara sebelum diekspor. Christiantoko menambahkan, meski harga batu bara turun, pengolahan domestik dapat menjadi solusi agar industri tetap berkelanjutan dan kontribusinya terhadap penerimaan negara meningkat.
Penerapan bea keluar emas dan batu bara menjadi salah satu kebijakan fiskal kunci menjelang APBN 2026. Dengan pengelolaan yang tepat, pemerintah menargetkan tambahan penerimaan Rp 23 triliun dari kedua komoditas ini, sekaligus mendorong transformasi industri pertambangan agar lebih produktif dan berdaya saing global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




