Pemindai Peti Kemas Bea Cukai Tambah Penerimaan Rp 1,2 Miliar Sekejap
Jumat, 12 Desember 2025 | 14:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan mengungkap bahwa teknologi pemindai peti kemas dan sistem berbasis artificial intelligence (AI) yang dikembangkan secara internal oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah mulai menambah penerimaan negara.
Purbaya mengungkapkan dalam uji coba awal, sistem ini sudah mampu mendeteksi kekurangan pembayaran bea masuk hingga menghasilkan tambahan penerimaan negara sekitar Rp 1,2 miliar.
“Trade AI itu software-nya dikembangkan secara internal. Jadi, enggak ada investasi yang terlalu besar sampai sekarang,” ujar Purbaya saat meresmikan alat pemindai peti kemas di Terminal 3 dan Terminal Mustika Alam Lestari, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025).
Purbaya menjelaskan, dalam tahap awal uji coba, sistem Trade AI telah digunakan untuk memeriksa sekitar 140-150 pemberitahuan impor barang (PIB). Dari proses tersebut, sistem secara cepat membandingkan nilai kepabeanan dengan harga pembanding, termasuk data dari marketplace dalam dan luar negeri, sehingga potensi kekurangan pembayaran bea masuk bisa langsung teridentifikasi.
“Dari segitu saya dapat Rp 1 miliar dengan mudah kira-kira,” kata Purbaya, merujuk pada tambahan penerimaan negara yang berhasil dikumpulkan dari hasil pemeriksaan awal tersebut.
Namun, Purbaya menilai angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan potensi sebenarnya. Ia menegaskan hasil awal ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dapat menjadi instrumen efektif untuk memperbaiki kualitas pengawasan sekaligus meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan.
Untuk memperluas penerapan sistem tersebut secara nasional, pemerintah menyiapkan rencana investasi lanjutan. Purbaya menyebut, pengembangan lebih dalam terhadap infrastruktur teknologi informasi Bea Cukai diperkirakan membutuhkan tambahan dana sekitar Rp 45 miliar agar Trade AI dapat diimplementasikan secara lebih luas dan canggih di seluruh Indonesia.
“Kalau semakin lama, semakin canggih harusnya semakin besar,” ujarnya.
Ke depan, Kementerian Keuangan berharap pemanfaatan pemindai peti kemas dan Trade AI tidak hanya menutup celah kebocoran, tetapi juga mempercepat layanan kepabeanan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




