ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Melemah, Investor Rotasi dari Saham AI ke Sektor Value

Sabtu, 13 Desember 2025 | 09:09 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat.
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat. (AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah serempak pada perdagangan Jumat (12/12/2025), seiring perubahan strategi investor yang mulai mengalihkan dana dari saham teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke sektor-sektor bernilai atau value.

Mengutip CNBC Tnternational, Sabtu (13/12/2025), tekanan pasar muncul setelah investor memilih merealisasikan keuntungan menyusul reli panjang saham-saham teknologi dalam beberapa bulan terakhir.

Indeks S&P 500 terkoreksi 1,07% ke posisi 6.827,41. Nasdaq Composite mencatat penurunan lebih dalam sebesar 1,69% dan berakhir di level 23.195,17. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 245,96 poin atau 0,51% ke 48.458,05, meskipun sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa secara intraday pada awal sesi.

ADVERTISEMENT

Tekanan juga melanda saham berkapitalisasi kecil. Indeks Russell 2000 melemah 1,51% ke level 2.551,46, setelah sebelumnya mencetak rekor baru.

Aksi jual paling tajam terjadi pada saham Broadcom yang anjlok lebih dari 11%. Penurunan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi penyempitan margin, meskipun perusahaan mencatat kinerja kuartal IV di atas ekspektasi serta memberikan panduan positif untuk kuartal berjalan, termasuk proyeksi penjualan cip AI yang diperkirakan meningkat dua kali lipat.

Tekanan serupa juga menimpa saham teknologi lain, seperti Advanced Micro Devices (AMD), Palantir Technologies, dan Micron Technology. Pelemahan beruntun tersebut mencerminkan mulai berkurangnya minat investor terhadap reli sektor AI yang sebelumnya menjadi motor utama penguatan Nasdaq.

Di sisi lain, sektor-sektor nonteknologi justru menunjukkan kinerja lebih baik. Saham-saham di sektor keuangan, kesehatan, dan industri mencatat penguatan. Visa dan Mastercard menguat di sektor keuangan, sementara UnitedHealth Group dan GE Aerospace menopang sektor kesehatan dan industri.

“Ini merupakan hari ketika saham value mengungguli saham growth. Investor terlihat lebih berhati-hati terhadap saham AI. Bukan karena pesimis, tetapi mereka mulai ragu dan memilih bersikap menahan diri,” ujar Portfolio Manager Argent Capital Management Jed Ellerbroek.

Pergerakan ini melanjutkan tren rotasi portofolio yang sudah terlihat sehari sebelumnya. Investor kembali melirik saham-saham siklikal yang sensitif terhadap kondisi ekonomi, menyusul keputusan Federal Reserve memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini pada Rabu lalu.

Menurut Ellerbroek, pergeseran tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. “Tidak mungkin satu tema terus menjadi pemenang dari bulan ke bulan. Rotasi seperti ini hal yang normal, meskipun menurut saya tidak sepenuhnya beralasan,” katanya.

Secara mingguan, pelemahan pada Jumat membuat S&P 500 turun sekitar 0,6% sepanjang pekan. Nasdaq terkoreksi lebih dalam dengan penurunan 1,6%. Sebaliknya, Dow Jones masih mencatat kinerja positif dengan kenaikan 1,1% dalam sepekan. Indeks Russell 2000 juga membukukan penguatan mingguan 1,2% setelah mencetak rekor penutupan tertinggi pada Kamis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon