Wall Street Melemah, Investor Rotasi dari Saham AI ke Sektor Value
Sabtu, 13 Desember 2025 | 09:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah serempak pada perdagangan Jumat (12/12/2025), seiring perubahan strategi investor yang mulai mengalihkan dana dari saham teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke sektor-sektor bernilai atau value.
Mengutip CNBC Tnternational, Sabtu (13/12/2025), tekanan pasar muncul setelah investor memilih merealisasikan keuntungan menyusul reli panjang saham-saham teknologi dalam beberapa bulan terakhir.
Indeks S&P 500 terkoreksi 1,07% ke posisi 6.827,41. Nasdaq Composite mencatat penurunan lebih dalam sebesar 1,69% dan berakhir di level 23.195,17. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 245,96 poin atau 0,51% ke 48.458,05, meskipun sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa secara intraday pada awal sesi.
Tekanan juga melanda saham berkapitalisasi kecil. Indeks Russell 2000 melemah 1,51% ke level 2.551,46, setelah sebelumnya mencetak rekor baru.
Aksi jual paling tajam terjadi pada saham Broadcom yang anjlok lebih dari 11%. Penurunan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi penyempitan margin, meskipun perusahaan mencatat kinerja kuartal IV di atas ekspektasi serta memberikan panduan positif untuk kuartal berjalan, termasuk proyeksi penjualan cip AI yang diperkirakan meningkat dua kali lipat.
Tekanan serupa juga menimpa saham teknologi lain, seperti Advanced Micro Devices (AMD), Palantir Technologies, dan Micron Technology. Pelemahan beruntun tersebut mencerminkan mulai berkurangnya minat investor terhadap reli sektor AI yang sebelumnya menjadi motor utama penguatan Nasdaq.
Di sisi lain, sektor-sektor nonteknologi justru menunjukkan kinerja lebih baik. Saham-saham di sektor keuangan, kesehatan, dan industri mencatat penguatan. Visa dan Mastercard menguat di sektor keuangan, sementara UnitedHealth Group dan GE Aerospace menopang sektor kesehatan dan industri.
“Ini merupakan hari ketika saham value mengungguli saham growth. Investor terlihat lebih berhati-hati terhadap saham AI. Bukan karena pesimis, tetapi mereka mulai ragu dan memilih bersikap menahan diri,” ujar Portfolio Manager Argent Capital Management Jed Ellerbroek.
Pergerakan ini melanjutkan tren rotasi portofolio yang sudah terlihat sehari sebelumnya. Investor kembali melirik saham-saham siklikal yang sensitif terhadap kondisi ekonomi, menyusul keputusan Federal Reserve memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini pada Rabu lalu.
Menurut Ellerbroek, pergeseran tersebut merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar. “Tidak mungkin satu tema terus menjadi pemenang dari bulan ke bulan. Rotasi seperti ini hal yang normal, meskipun menurut saya tidak sepenuhnya beralasan,” katanya.
Secara mingguan, pelemahan pada Jumat membuat S&P 500 turun sekitar 0,6% sepanjang pekan. Nasdaq terkoreksi lebih dalam dengan penurunan 1,6%. Sebaliknya, Dow Jones masih mencatat kinerja positif dengan kenaikan 1,1% dalam sepekan. Indeks Russell 2000 juga membukukan penguatan mingguan 1,2% setelah mencetak rekor penutupan tertinggi pada Kamis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




