BTN Bidik Kerja Sama Institusi untuk Perluas KPR Subsidi 2026
Minggu, 21 Desember 2025 | 06:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membidik kerja sama dengan berbagai institusi lintas sektor untuk memperluas penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi mulai 2026. Strategi ini dilakukan melalui penyediaan layanan perbankan komprehensif bagi karyawan mitra.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, KPR subsidi masih menjadi portofolio utama perseroan dan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Karena itu, BTN akan lebih proaktif menciptakan permintaan (create demand) dengan menggali potensi debitur dari institusi-institusi strategis.
“Mulai tahun 2026, kami akan create demand dengan mencari debitur potensial dari berbagai institusi di berbagai sektor,” ujar Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Ia mencontohkan, BTN telah memperoleh komitmen untuk melayani kebutuhan KPR subsidi bagi para guru Muhammadiyah. Menurutnya, peluang serupa masih terbuka luas dari institusi lainnya.
“Dengan upaya ini, BTN dapat merekomendasikan debitur KPR subsidi potensial kepada pengembang sehingga penyaluran KPR subsidi bisa semakin terakselerasi,” kata Nixon.
Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), total penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) secara nasional hingga 19 Desember 2025 mencapai 263.017 unit senilai Rp 32,67 triliun. Program ini disalurkan melalui 39 bank, didukung 22 asosiasi pengembang dan 7.998 pengembang perumahan.
Rumah subsidi FLPP tersebut tersebar di 12.981 kawasan perumahan di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota. Dari total penyaluran nasional, BTN mendominasi sekitar 70% KPR Sejahtera FLPP.
Sementara itu, pemerintah menggelar akad massal KPR subsidi pada Sabtu (20/12/2025) di Serang, Banten. Dari total 50.030 unit, sebanyak 300 akad dilakukan secara luring di Perumahan Pondok Banten Indah, sedangkan 49.730 akad lainnya dilaksanakan secara daring di 110 titik di 33 provinsi.
Acara tersebut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan daerah, direksi bank penyalur, BP Tapera, serta asosiasi pengembang. Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi BTN atas perannya menyalurkan KPR FLPP sebanyak 182.952 unit sepanjang 2025, tertinggi secara nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bersatu hari ini untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat. Mereka harus memiliki rumah yang layak. Ini membanggakan, tetapi masih jauh dari target yang harus kita capai,” ujar Presiden.
Prabowo menambahkan, masih terdapat sekitar 29 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta bekerja keras dan bersinergi.
“Saya minta Pak Ara memastikan para pengembang terus memperbaiki kualitas rumah-rumahnya,” kata Prabowo.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait juga mengapresiasi BTN sebagai bank dengan penyaluran KPR FLPP terbesar. Ia menyoroti keberhasilan program yang memungkinkan asisten rumah tangga (ART) membeli rumah dari penghasilannya sendiri.
“Hari ini ada ART yang bisa memiliki rumah atas nama sendiri dari gajinya. Terima kasih atas kerja kerasnya dan dukungan bank-bank Himbara,” pungkas Maruarar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




