ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bulog Targetkan CBP 4 Juta Ton untuk Jaga Swasembada Pangan

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:08 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi beras.
Ilustrasi beras. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Perum Bulog menegaskan penguatan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton menjadi prioritas utama Bulog pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, target penyerapan CBP pada 2026 meningkat dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 3 juta ton. Oleh karena itu, Bulog menyiapkan perencanaan sejak dini agar target yang lebih besar tersebut dapat dicapai secara optimal.

“Pada 2025 targetnya 3 juta ton, sementara pada 2026 menjadi 4 juta ton. Karena itu kami merencanakan sedini mungkin agar target tersebut bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah,” ujar Rizal dalam Rapat Kerja Nasional Bulog bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

ADVERTISEMENT

Rizal menegaskan, langkah Bulog tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo serta menteri pertanian selaku kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), menyusul capaian swasembada pangan Indonesia yang mendapat apresiasi luas dari berbagai pemangku kepentingan.

Ia menyebutkan, strategi utama Bulog dalam menjaga swasembada pangan adalah penerapan kolaborasi pentahelix, yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, serta petani.

“Bulog tidak bekerja sendiri. Kami dibantu oleh seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun para petani di seluruh Indonesia,” katanya.

Selain itu, Bulog juga mengedepankan sinergi dengan TNI-Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) guna mendukung proses penyerapan pangan dan distribusi logistik yang berkelanjutan.

“Tanpa dukungan TNI-Polri dan PPL, upaya penyerapan di lapangan akan lebih sulit. Peran ketiga unsur ini sangat besar dalam mendukung target penyerapan 4 juta ton,” jelas Rizal.

Pada kesempatan tersebut, Rizal turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran internal Bulog, baik di pusat maupun daerah, serta kepada para pemangku kepentingan pemerintah, swasta, dan petani atas kontribusi mereka dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Selain beras, Bulog juga menetapkan target penyerapan jagung sebanyak 1 juta ton melalui sinergi dengan Polri, serta kedelai sebesar 70.000 ton secara nasional. Di sisi hilir, Bulog menargetkan penyaluran minyak goreng Minyakita sebanyak 720.000 kiloliter bekerja sama dengan ID Food dan Agrinas Palma, guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di seluruh Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Pemprov Gorontalo Berikan Apresiasi

Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Pemprov Gorontalo Berikan Apresiasi

EKONOMI
BPK Dukung Bulog Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Swasembada dan Tata Kelola Akuntabel

BPK Dukung Bulog Wujudkan Ketahanan Pangan melalui Swasembada dan Tata Kelola Akuntabel

EKONOMI
Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Menjaga Stabilitas Harga Beras

EKONOMI
Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Tetap Salurkan Bantuan

Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Tetap Salurkan Bantuan

EKONOMI
Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

Bulog Tetap Serap Gabah Tanpa Libur untuk Kejar Target 4 Juta Ton

EKONOMI
Usulan Gula Masuk Bantuan Pangan Dikaji untuk Jaga Petani Tebu

Usulan Gula Masuk Bantuan Pangan Dikaji untuk Jaga Petani Tebu

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon