ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Nilai Outlook Negatif Moody's Tak Cerminkan Pelemahan Ekonomi

Jumat, 6 Februari 2026 | 10:21 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Ilustrasi kalkulator.
Ilustrasi kalkulator. (Freepik/Kalemango Star)

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai penyesuaian outlook negatif oleh lembaga pemeringkat Moody’s tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia.

Sebagaimana diumumkan pada Kamis (5/2/2026), Moody’s mempertahankan peringkat kredit negara (sovereign credit rating) Indonesia pada level Baa2, namun merevisi outlook dari stabil menjadi negatif.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/2/2026), Perry menyampaikan bahwa kinerja ekonomi domestik tetap solid di tengah meningkatnya gejolak dan ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39%, sehingga secara keseluruhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% sepanjang 2025.

ADVERTISEMENT

Inflasi tetap terjaga pada level 2,92%, berada dalam kisaran sasaran, sementara stabilitas nilai tukar rupiah terus diperkuat melalui komitmen kuat Bank Indonesia. Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga, ditopang oleh likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang kuat, serta risiko kredit yang rendah.

Selain itu, Perry menambahkan bahwa digitalisasi sistem pembayaran yang didukung infrastruktur stabil dan struktur industri yang sehat turut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, BI memprakirakan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah tetap solid dengan tren meningkat, seiring inflasi yang terkendali.

Pertumbuhan ekonomi pada 2026 diproyeksikan berada pada kisaran 4,9–5,7%, didukung peningkatan permintaan domestik sejalan kebijakan Pemerintah serta dampak positif bauran kebijakan Bank Indonesia.

Kinerja tersebut diperkirakan berlanjut pada 2027 dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1–5,9%, sementara inflasi diperkirakan tetap terkendali.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

BI juga terus bersinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan mendukung Program Asta Cita Pemerintah, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi kebijakan guna menjaga kepercayaan pasar.

Dalam laporannya, Moody’s menyatakan afirmasi peringkat Indonesia pada level Baa2 mencerminkan ketahanan ekonomi yang tetap kuat, didukung pertumbuhan yang stabil serta kekuatan struktural seperti sumber daya alam dan demografi yang menguntungkan.

Moody’s juga menilai kredibilitas kebijakan moneter dan kehati-hatian fiskal Indonesia tetap terjaga, sehingga menopang stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Namun, revisi outlook menjadi negatif dipengaruhi pandangan Moody’s terhadap risiko penurunan kepastian kebijakan, yang berpotensi berdampak pada kinerja perekonomian jika berlanjut.

Lembaga pemeringkat tersebut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di kisaran 5% dalam jangka pendek hingga menengah, dengan defisit fiskal diperkirakan tetap di bawah 3% PDB serta rasio utang pemerintah yang terjaga rendah dibanding negara selevel.

Moody’s juga mencatat tantangan Indonesia dalam memperluas basis penerimaan negara, meski mengapresiasi upaya Pemerintah meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan dan kepabeanan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IHSG Tangguh Dekati Level 8.300 di Tengah Sentimen Moody’s-MSCI

IHSG Tangguh Dekati Level 8.300 di Tengah Sentimen Moody’s-MSCI

EKONOMI
Belajar dari Moody’s, Pemerintah Diminta Dengarkan Masukan Ekonom

Belajar dari Moody’s, Pemerintah Diminta Dengarkan Masukan Ekonom

EKONOMI
B-Universe Gandeng Aliansi Ekonom Indonesia Bahas Outlook Kredit RI

B-Universe Gandeng Aliansi Ekonom Indonesia Bahas Outlook Kredit RI

EKONOMI
Risiko Fiskal Dibalik Penurunan Outlook Peringkat Kredit RI

Risiko Fiskal Dibalik Penurunan Outlook Peringkat Kredit RI

EKONOMI
Penurunan Peringkat Moody’s Bisa Bikin Utang RI Lebih Mahal

Penurunan Peringkat Moody’s Bisa Bikin Utang RI Lebih Mahal

EKONOMI
Memperbaiki Peringkat Kredit Indonesia lewat Pengembangan Kebijakan

Memperbaiki Peringkat Kredit Indonesia lewat Pengembangan Kebijakan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon