ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Belajar dari Moody’s, Pemerintah Diminta Dengarkan Masukan Ekonom

Rabu, 11 Februari 2026 | 17:14 WIB
IA
MK
Penulis: Ichsan Ali | Editor: MBK
Suasana FGD The Forum “Kredibilitas Turun, Investment Grade Menurun”, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Suasana FGD The Forum “Kredibilitas Turun, Investment Grade Menurun”, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Beritasatu/David)

Jakarta, Beritasatu.com – Perwakilan Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) Wijayanto Samirin menyatakan keputusan lembaga pemeringkat utang Moody’s Ratings menurunkan outlook atau prospek peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif adalah potret kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini.

Wijayanto melihat laporan Moody’s Ratings menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia kurang meyakinkan dengan melihat sejumlah faktor seperti kondisi fiskal, utang yang berlebih, hingga defisit yang semakin tinggi.

"Kebijakan pemerintah, komunikasi yang kurang, kemudian penugasan Danantara yang belum jelas. Ini hal-hal yang selalu kita narasikan, dan saya rasa semua pihak paham bahwa itu adalah pekerjaan rumah kita," jelas Wijayanto saat B-Universe Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

ADVERTISEMENT

Wijayanto menekankan pemerintah untuk mendengar masukan yang disampaikan oleh para ekonom, alih-alih bergegas cepat saat masukan tersebut berasal dari pihak asing.

"Masukan-masukan itu harus diterima sebagai sesuatu yang bermotivasi untuk kebaikan. Jadi tidak ada salahnya, tidak perlu menunggu rating agency seperti Moody’s, masukan dari para ekonom itu bisa dijadikan masukan yang berarti," tegas Wijayanto.

Lebih lanjut, Wijayanto menyebut laporan Moody’s Ratings terhadap Indonesia terakhir dilakukan pada 2018 lalu. Menurutnya, saat disampaikan kembali pada tahun ini bisa diartikan sangat penting.

"Biasanya yang lebih agresif itu S&P, dia lebih sering menyampaikan review. Nah ini kita tunggu review S&P akan seperti apa. Tapi dalam prediksi saya, review S&P tidak akan berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Moody’s," imbuhnya.

"Apalagi kalau kita lihat apa yang terjadi dalam tiga minggu terakhir, ini kan semuanya koheren, konsisten. MSCI menunda review, FTSE Russell menunda review, kemudian Goldman Sachs, Nomura, UBS itu men-downgrade saham kita juga," sambung Wijayanto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

IHSG Tangguh Dekati Level 8.300 di Tengah Sentimen Moody’s-MSCI

IHSG Tangguh Dekati Level 8.300 di Tengah Sentimen Moody’s-MSCI

EKONOMI
B-Universe Gandeng Aliansi Ekonom Indonesia Bahas Outlook Kredit RI

B-Universe Gandeng Aliansi Ekonom Indonesia Bahas Outlook Kredit RI

EKONOMI
Risiko Fiskal Dibalik Penurunan Outlook Peringkat Kredit RI

Risiko Fiskal Dibalik Penurunan Outlook Peringkat Kredit RI

EKONOMI
Penurunan Peringkat Moody’s Bisa Bikin Utang RI Lebih Mahal

Penurunan Peringkat Moody’s Bisa Bikin Utang RI Lebih Mahal

EKONOMI
Memperbaiki Peringkat Kredit Indonesia lewat Pengembangan Kebijakan

Memperbaiki Peringkat Kredit Indonesia lewat Pengembangan Kebijakan

EKONOMI
Danantara Jadi Ujung Tombak Perbaiki Peringkat Utang Indonesia

Danantara Jadi Ujung Tombak Perbaiki Peringkat Utang Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon