B-Universe Gandeng Aliansi Ekonom Indonesia Bahas Outlook Kredit RI
Rabu, 11 Februari 2026 | 16:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Media penyiaran terdepan dengan publikasi multiplatform, B-Universe menggandeng Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) dalam The Forum: B-Universe Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Dalam The Forum: B-Universe FGD ini mengusung tema Kredibilitas Turun, Investment Grade Menurun. Sejumlah perwakilan AEI yang menjadi narasumber antara lain Wijayanto Samirin, Mohamad Ikhsan, Mervin Goklas, Teuku Riefky, Dipo Satria Ramli, Bernardus Marcello Agieus, dan Dwiwulan.
Perwakilan AEI, Wijayanto Samirin, mengapresiasi gelaran The Forum: B-Universe FGD sebagai forum literasi terkait situasi ekonomi bagi masyarakat maupun dunia usaha.
"Sekaligus ajang bagi para ekonom untuk memberikan masukan konkret kepada pemerintah. Semoga ini didengar, dan yang bagus, yang realistis semoga bisa dijalankan," kata Wijayanto.
Lebih lanjut, Wijayanto menyatakan keputusan lembaga pemeringkat utang Moody’s menurunkan outlook atau prospek peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif merupakan potret kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini.
Wijayanto menilai laporan Moody’s menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia kurang meyakinkan, dilihat dari sejumlah faktor seperti kondisi fiskal, utang yang berlebih, hingga defisit yang semakin tinggi.
"Predictability kebijakan pemerintah yang kurang, kemudian komunikasi yang kurang, kemudian penugasan Danantara yang belum jelas. Ini hal-hal yang selalu kita narasikan, dan saya rasa semua pihak paham bahwa itu adalah pekerjaan rumah kita," jelasnya.
Wijayanto menyebut laporan Moody’s terhadap Indonesia terakhir dilakukan pada 2018. Menurutnya, saat disampaikan kembali pada tahun ini, laporan tersebut bisa diartikan sangat penting.
"Biasanya yang lebih agresif itu S&P, dia lebih sering menyampaikan review. Nah ini kita tunggu review S&P akan seperti apa. Tapi dalam prediksi saya, review S&P tidak akan berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Moody’s," imbuhnya.
"Apalagi kalau kita lihat apa yang terjadi dalam tiga minggu terakhir, ini kan semuanya koheren, konsisten. MSCI menunda review, FTSE Russell menunda review, kemudian Goldman Sachs, Nomura, UBS itu men-downgrade saham kita juga," sambung Wijayanto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




