ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

India Siap Borong Pesawat Boeing Seusai Deal Dagang dengan AS

Minggu, 8 Februari 2026 | 09:07 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Boeing 787 Dreamliner di Ahmedabad.
Boeing 787 Dreamliner di Ahmedabad. (AP Photo/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - India dilaporkan siap memesan pesawat dari Boeing dengan nilai mencapai US$ 80 miliar menyusul kesepakatan dagang antara New Delhi dan Washington. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal.

Melansir CNBC, Minggu (8/2/2026), Goyal mengatakan kebutuhan India terhadap pesawat Boeing masih belum difinalisasi dalam bentuk kontrak, tetapi secara nilai sudah siap ditempatkan. Jika impor mesin pesawat dan suku cadang turut diperhitungkan, total pembelian dari Amerika Serikat berpotensi melampaui US$ 100 miliar hanya dari sektor penerbangan.

Ia juga menyebut India memiliki potensi untuk membeli sedikitnya US$ 500 miliar barang asal Amerika Serikat dalam lima tahun ke depan. Namun, Goyal menegaskan tidak ada komitmen investasi eksplisit yang mengikat dalam kesepakatan dagang terbaru dengan Washington.

ADVERTISEMENT

Kesepakatan ini diumumkan setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat dan India telah mencapai kerangka perjanjian perdagangan. Trump mengeklaim tarif atas barang India akan diturunkan menjadi 18%, sementara India akan memangkas bea masuk produk AS hingga nol persen serta meningkatkan pembelian barang Amerika hingga US$ 500 miliar.

Namun, pemerintah India belum mengonfirmasi seluruh klaim tersebut, termasuk rencana penghentian impor minyak dari Rusia dan komitmen pembelian barang AS dalam jumlah besar. Perdana Menteri India Narendra Modi hanya menyampaikan apresiasi atas rencana penurunan tarif, tanpa menyinggung detail lain yang disampaikan pihak AS.

Data perdagangan menunjukkan total impor barang India pada tahun fiskal 2025 mencapai US$ 720,24 miliar, dengan defisit perdagangan sebesar US$ 94,3 miliar. Dari jumlah tersebut, impor dari Amerika Serikat tercatat sebesar US$ 45,3 miliar.

Goyal menyebut India dan Amerika Serikat akan menandatangani pernyataan bersama dalam tiga hingga empat hari ke depan sebagai tahap awal kesepakatan. Setelah itu, perjanjian formal dijadwalkan diteken pada pertengahan Maret, yang akan menjadi dasar pemberlakuan konsesi tarif bagi kedua negara.

Meski dinilai akan meningkatkan perdagangan bilateral, sejumlah pengamat menilai target pembelian US$ 500 miliar dari Amerika Serikat masih terlalu ambisius dan berpotensi mengalami perubahan seiring dinamika kebijakan perdagangan AS.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon