Pemuda Pangandaran Sulap Sampah MBG Jadi Cuan
Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:07 WIB
Parigi, Beritasatu.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya menghadirkan manfaat gizi, tetapi juga menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Namun, di tangan pemuda Karang Taruna Bina Remaja, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sampah tersebut justru diolah menjadi peluang ekonomi.
Setiap hari, Dapur SPPG Sindangwangi memproduksi limbah organik dan nonorganik dari aktivitas penyediaan makanan. Melihat potensi tersebut, para pemuda setempat bergerak mengumpulkan dan memilah sampah, mulai dari plastik PP, karton, hingga sisa organik dapur (SOD).
Sampah yang telah dipilah kemudian dijual ke Bank Sampah Induk. Hasil penjualannya masuk ke kas Karang Taruna untuk mendukung kegiatan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Ketua Karang Taruna Bina Remaja, Padna, mengaku bersyukur dengan keberadaan dapur SPPG yang dinilai membuka peluang pemberdayaan pemuda sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
"Keberadaan dapur SPPG merupakan peluang besar bagi kami para pemuda karang taruna untuk ikut berpartisipasi menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto. selain bisa memberdayakan para pemuda yang ada di sekitar, aksi ini juga sekaligus bentuk nyata kami akan kebersihan lingkungan serta menjadi kebiasaan memilah sampah menjadi nilai ekonomis," kata Padna, Kamis (12/2/2026).
Pengelola Dapur SPPG Sindangwangi, Yayat Candrahayat, menilai keterlibatan Karang Taruna sangat membantu pengelolaan limbah MBG. Ia menyebut kegiatan tersebut selaras dengan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pentingnya kebersihan dan pengelolaan limbah dapur.
"Saya cukup bangga dengan karang taruna di sini. Ketuanya kooperatif dan mereka mau ikut membantu program ini dalam mengelola limbah dari MBG. Tentu kegiatan yang produktif ini mereka bisa merubahnya menjadi nilai rupiah, kemudian di sisi lain sejalan juga dengan program bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyukseskan MBG," ungkap Yayat.
Untuk menjaga higienitas, pengelola dapur secara rutin mengerahkan relawan membersihkan peralatan masak dan area dapur.
Inisiatif pemuda Pangandaran ini menjadi contoh bahwa sampah dapat diubah menjadi sumber nilai ekonomi jika dikelola dengan kreativitas dan kepedulian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




