Penggunaan CNG Bantu UMKM dan Rumah Tangga Hemat dan Tekan Impor LPG
Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:42 WIB
Medan, Beritasatu.com - Pemanfaatan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) dinilai mampu menekan biaya operasional hingga 25% bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun rumah tangga. Selain lebih efisien, penggunaan CNG juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas saat meninjau UMKM Kebuli Saudi di Medan, Sumatera Utara. Ia menyebut, usaha tersebut harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 32,5 juta per bulan jika menggunakan LPG nonsubsidi. Namun dengan CNG, pengeluaran dapat ditekan menjadi sekitar Rp 26 juta per bulan.
"Dalam kegiatan UMKM, ternyata gas bumi moda CNG memberikan manfaat efisiensi kurang lebih 25% dibandingkan bahan bakar LPG non-subsidi," kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Medan, Sabtu (14/2/2026).
Rumah makan yang telah beroperasi di tiga lokasi, yakni Medan dan Batam, Kepulauan Riau, sejak awal menggunakan gas alam yang dikompresi bertekanan tinggi. Penggunaan CNG tersebut turut membantu menekan impor LPG yang saat ini telah melampaui 80% dari total kebutuhan nasional.
Selain untuk UMKM, pemanfaatan gas bumi juga berkembang di sektor rumah tangga melalui jaringan gas (jargas). Berdasarkan data Regional 1 PGN Sumatera Utara, sebanyak 133.706 pelanggan rumah tangga telah terhubung dengan jargas.
Dari sisi biaya, penggunaan gas bumi melalui jargas disebut mampu menghemat sekitar 30%-35% dibandingkan LPG nonsubsidi. Masyarakat juga dinilai merasakan manfaat dari sisi kenyamanan, keamanan, serta kestabilan pasokan.
"Manfaatnya sangat baik kepada masyarakat dan patut dikembangkan pada masyarakat karena tadi sudah disampaikan juga masyarakat lebih nyaman, lebih aman serta rehabilitasi dari suplai tidak pernah terjadi gangguan," jelasnya.
Selain menawarkan harga lebih ekonomis, pemanfaatan CNG juga membantu negara menekan beban devisa akibat impor LPG. Hingga Januari 2026, PGN tercatat telah melayani ratusan ribu pelanggan rumah tangga, pembangkit listrik termasuk PLN Group, serta pelanggan komersial, industri, dan usaha kecil.
“Apabila menggunakan CNG, mengurangi beban impor bahan baku LPG dan menurunkan devisa negara. Ini apresiasi kepada owner-nya rumah makan Kebuli Saudi,” tutup Wahyudi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




