Rupiah Kembali Melemah Hampir Tembus Rp 16.900 Hari Ini
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (18/2/2026).
Mata uang Garuda ditutup melemah 47 poin ke posisi Rp 16.884 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.837. Sepanjang sesi perdagangan, rupiah bahkan sempat terkoreksi hingga 60 poin sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih baik dari level terendahnya.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaib, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi berbagai sentimen global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda mereda.
“Pelaku pasar masih skeptis terhadap peluang kemajuan lebih lanjut, meskipun Iran dan AS telah mencapai kesepahaman mengenai prinsip dasar dalam perundingan untuk menyelesaikan sengketa nuklir yang telah berlangsung lama,” ujar Ibrahim.
Menurut dia, pembicaraan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar energi karena Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia dan berada di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak global.
Selain faktor Timur Tengah, rupiah juga tertekan meski tensi di Eropa Timur mulai mereda. Hal itu terjadi setelah negosiator Ukraina dan Rusia menuntaskan hari pertama dialog damai yang dimediasi AS di Jenewa pada Selasa (17/2/2026).
Pada sisi lain, Presiden AS Donald Trump mendorong Kyiv agar segera mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung empat tahun.
Ibrahim menambahkan, investor masih cenderung berhati-hati menjelang rilis risalah rapat kebijakan Federal Reserve periode Januari, yang dinilai dapat memberi gambaran terkait waktu dan besaran potensi pelonggaran moneter.
Selain itu, pelaku pasar juga menanti data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures atau PCE) AS untuk Desember yang dijadwalkan rilis Jumat. Data tersebut merupakan indikator inflasi acuan The Fed dan berpotensi memengaruhi ekspektasi arah suku bunga.
Ia memperkirakan dinamika global tersebut akan turut menentukan arah pergerakan rupiah dalam waktu dekat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




