Jaga Stabilitas Rupiah, BI Tambah Instrumen Baru di Pasar Valas
Senin, 30 Maret 2026 | 13:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) resmi menerapkan instrumen baru dalam operasi moneter berupa transaksi repo valuta asing (valas) pada Senin (30/3/2026). Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan strategi operasi moneter yang berbasis pasar (pro-market).
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, instrumen tersebut menggunakan underlying Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI) dan sukuk valuta asing Bank Indonesia (SUVBI).
“Implementasi instrumen ini bertujuan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya transaksi repo valas ini dapat diikuti oleh primary dealer di pasar uang dan pasar valas (PUVA). Menurut Erwin, kehadiran instrumen baru tersebut memberikan alternatif tambahan bagi perbankan dalam mengelola likuiditas, khususnya dalam valuta asing.
Selain itu, fitur repo kepada BI juga memperkuat karakteristik SVBI dan SUVBI sebagai aset likuid berkualitas tinggi (high quality liquid assets/HQLA).
“Penambahan fitur repo ini akan semakin meningkatkan daya tarik instrumen SVBI dan SUVBI bagi pelaku pasar,” jelasnya.
BI berharap penguatan instrumen tersebut dapat mendorong aktivitas pasar sekunder SVBI dan SUVBI menjadi lebih aktif. Dengan demikian, langkah ini diharapkan turut mendukung pendalaman pasar keuangan domestik serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global yang masih berlangsung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




