ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kilas Balik Tarif AS-RI: Dari Ancaman 32 Persen hingga Jadi 19 Persen

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:04 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Reciprocal tariffs yang diterapkan Donald Trump.
Reciprocal tariffs yang diterapkan Donald Trump. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Masuk ke awal 2026, negosiasi secara efektif memasuki babak akhir. Situasi diplomasi ini semakin diperkuat dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington DC pada pertengahan Februari 2026.

Kunjungan ini tak hanya menitikberatkan pada tarif dagang, tetapi juga agenda partisipasi Indonesia dalam forum multilateral yang diprakarsai oleh AS, yaitu Board of Peace (BoP).

Penandatanganan Kesepakatan Tarif Resiprokal

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengungkapkan, penandatanganan ini dilakukan seusai Presiden Prabowo dan Trump melaksanakan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace.

“Bapak Presiden Prabowo langsung menandatangani kerja sama agreement of reciprocal trade dan ditandatangani secara bersama oleh Bapak Presiden Prabowo maupun Presiden Donald Trump,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga dalam konferensi pers yang berlangsung secara daring, Jumat (20/2/2026).

ADVERTISEMENT

Airlangga melanjutkan, Indonesia dan AS sepakat untuk memperkuat kerja sama ekonomi serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua negara. Kesepakatan ini menjadi landasan baru dalam pengelolaan isu perdagangan dan investasi yang selama ini menjadi perhatian bersama.

Ia menegaskan, tujuan dan visi utama perjanjian ini mewujudkan kemakmuran ekonomi bersama serta membangun rantai pasok yang kuat. Pemerintah juga menegaskan bahwa perjanjian kerja sama ini berlandaskan kedaulatan masing-masing negara, yang menjadi bagian penting dari kesepakatan.

“Jadi saya garis bawahi, menghormati kedaulatan dari masing-masing negara itu menjadi bagian daripada perjanjian yang ditandatangani,” tegas Airlangga.

Sementara, Presiden Trump menyampaikan pujian atas kemajuan yang dicapai kedua negara. "Perjanjian ini merupakan langkah penting untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan antara Amerika Serikat dan Indonesia," ucap Trump.

Sementara itu, Presiden Prabowo mengatakan bahwa kesepakatan ini membuka peluang besar bagi produk Indonesia di pasar global.

“Kesepakatan ini bukan hanya tentang tarif, tetapi tentang kemitraan strategis yang berkelanjutan,” ujar Prabowo.

Ribuan Produk Indonesia Bebas Masuk AS

Airlangga Hartarto melanjutkan, perjanjian tersebut diberi judul “Toward a New Golden Age for the US-Indonesia Alliance.” Ia juga menegaskan, salah satu poin utama ART adalah penurunan tarif resiprokal AS untuk Indonesia, sehingga produk RI mendapat tarif 0% pada pos-pos tarif tertentu.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri yang tarifnya adalah 0%,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2/2026).

Airlangga menjelaskan, produk yang masuk skema tarif 0% mencakup komoditas pertanian dan industri strategis, seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang. Penurunan tarif ini dinilai akan meningkatkan daya saing ekspor Indonesia ke pasar AS.

Selain itu, Amerika Serikat juga memberikan tarif 0% untuk produk tekstil dan apparel Indonesia melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ). Kebijakan ini diperkirakan berdampak langsung pada keberlanjutan industri tekstil nasional dan tenaga kerja di sektor tersebut.

"Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," ucapnya.

Pada sisi lain, Indonesia juga berkomitmen memberikan tarif 0% bagi sejumlah produk impor asal Amerika Serikat, terutama komoditas pertanian seperti kedelai dan gandum. Kebijakan ini dimaksudkan agar produksi berbahan baku kedelai dan gandum seperti mie, tahu, dan tempe tidak terkendala dengan harga dan pasokan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekonom Nilai ART RI-AS Tak Ancam Industri Nasional

Ekonom Nilai ART RI-AS Tak Ancam Industri Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon