Chandra Asri Group Capai Progres 50% Pabrik CA-EDC, Dorong Hilirisasi Industri Kimia Nasional
Jumat, 20 Februari 2026 | 11:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), penyedia solusi energi, kimia, dan infrastruktur terintegrasi di Asia Tenggara, mengumumkan bahwa pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik anak usahanya PT Chandra Asri Alkali di Cilegon, Banten telah mencapai sekitar 50% dan kini memasuki fase konstruksi puncak. Fasilitas ini memasuki fase puncak konstruksi (peak progress phase) dan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung hilirisasi industri kimia nasional melalui penguatan kapasitas produksi bahan kimia dasar di dalam negeri.
Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, termasuk pemasangan struktur utama pabrik, instalasi jaringan perpipaan, serta persiapan koneksi kelistrikan sebagai bagian dari tahapan menuju kesiapan operasional. Fasilitas berskala dunia ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal pertama 2027.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra, mengatakan, pabrik CA- EDC merupakan salah satu langkah strategis Chandra Asri Group untuk memperkuat fondasi industri kimia dalam negeri lebih resilien dan terintegrasi.
“Melalui peningkatan kapasitas produksi bahan kimia strategis di dalam negeri, fasilitas ini akan memperkuat ketahanan pasokan nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar melalui peluang ekspor produk EDC. Kami berharap kehadiran Pabrik CA-EDC ini akan semakin mengukuhkan peran Indonesia dalam rantai pasok industri kimia di Kawasan Asia Tenggara,” ujar Erwin.
Selain memperkuat fondasi industri, pengembangan fasilitas ini turut memberikan kontribusi ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Selama fase konstruksi, sekitar 3.000 tenaga kerja telah terserap, dan setelah beroperasi penuh pada kuartal pertama 2027, diproyeksikan menciptakan sekitar 250 lapangan kerja baru.
Proyek ini melibatkan UMKM lokal sebagai bagian dari rantai pasok dan dukungan operasional secara berkelanjutan. Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong partisipasi pelaku usaha lokal serta memperkuat ekosistem ekonomi di sekitar wilayah operasional.
Pada fase awal operasional, fasilitas ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 827.000 ton soda kaustik, serta 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun. Kapasitas ini dirancang untuk memperkuat pasokan bahan kimia strategis di dalam negeri sekaligus mengoptimalkan peluang pasar regional.
Dalam proyeksi jangka panjang, produksi soda kaustik diperkirakan dapat mensubstitusi impor hingga 827 ribu ton per tahun dengan nilai sekitar US$293 juta atau setara Rp 4,9 triliun. Sementara itu, seluruh produksi EDC akan diperuntukkan bagi pasar ekspor, dengan potensi devisa sekitar US$300 juta atau setara Rp 5 triliun per tahun.
Dengan pencapaian progres 50% ini, Chandra Asri Group menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri kimia nasional melalui peningkatan kapasitas produksi domestik, penguatan rantai pasok, serta penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Chandra Asri Group Klarifikasi Kepemilikan Saham PRDA Hanya Bagian dari Pengelolaan Portofolio Investasi
EKONOMI
Menteri Lingkungan Hidup Soroti Inisiatif Pengelolaan Sampah Plastik Chandra Asri Group di Invirotech 2026
EKONOMIBERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




