ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RI Berikan Tarif 0 Persen untuk Gandum dan Kedelai AS

Jumat, 20 Februari 2026 | 12:51 WIB
TS
AD
Penulis: Theressia Sunday Silalahi | Editor: AD
Ilustrasi gandum.
Ilustrasi gandum. (Freepik/bedneyimages)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia resmi memberikan fasilitas tarif 0% bagi sejumlah produk utama asal Amerika Serikat, khususnya komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai. Kebijakan ini menjadi bagian dari kesepakatan dagang timbal balik antara Indonesia dan AS dalam dokumen agreement on reciprocal trade (ART).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kebijakan tersebut dirancang agar tidak membebani masyarakat, terutama untuk produk pangan yang menggunakan bahan baku impor dari AS.

“Masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari soyabean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” ujar Airlangga dalam keterangan pers di Washington DC, Kamis (19/02/2026).

ADVERTISEMENT

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen timbal balik kedua negara. Sebelumnya, Amerika Serikat juga menyepakati pemberian tarif 0% untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik sektor pertanian maupun industri.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah nol persen,” jelas Airlangga.

Khusus produk tekstil dan apparel, AS memberikan fasilitas tarif 0% melalui mekanisme tariff rate quota (TRQ), sehingga ekspor Indonesia tetap memiliki daya saing di pasar Negeri Paman Sam.

Di tingkat multilateral, Indonesia dan AS juga sepakat mempertahankan kebijakan bebas bea masuk atas transaksi elektronik sesuai komitmen di World Trade Organization (WTO). Selain itu, Indonesia mendorong pengaturan transfer data lintas batas secara terbatas, tetap mengacu pada regulasi nasional dan menjamin perlindungan data konsumen.

Airlangga menambahkan, pemerintah akan menerapkan strategic trade management guna memastikan perdagangan berjalan aman dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang bertentangan dengan tujuan perdamaian.

Perjanjian ini akan mulai berlaku 90 hari setelah seluruh proses hukum diselesaikan kedua negara, termasuk konsultasi dengan DPR. Ketentuan di dalamnya juga dapat disesuaikan berdasarkan kesepakatan tertulis kedua belah pihak.

“Dalam perjanjian ini tujuannya juga untuk mencapai Indonesia Emas, sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai new golden age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendag Ungkap Tarif Impor AS untuk Indonesia Masih Bisa Dinego

Mendag Ungkap Tarif Impor AS untuk Indonesia Masih Bisa Dinego

EKONOMI
Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

Indonesia Akan Temui Perwakilan Dagang AS Bahas Investigasi Tarif

EKONOMI
Bank Dunia: Tarif AS Tak Banyak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Bank Dunia: Tarif AS Tak Banyak Pengaruhi Ekspor Indonesia

EKONOMI
Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

Trump Bakal Selidiki Praktik Perdagangan 16 Mitra Dagang, Termasuk RI

EKONOMI
Tarif Global Trump Dibatalkan MA, Bea Cukai AS Siapkan Refund

Tarif Global Trump Dibatalkan MA, Bea Cukai AS Siapkan Refund

EKONOMI
Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

Tok! Tarif Dagang RI ke AS Turun dari 19 Persen Jadi 15 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon