ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penutupan Selat Hormuz Tak Lantas Buat RI Kehabisan BBM

Kamis, 12 Maret 2026 | 22:11 WIB
AH
MK
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: MBK
Petugas melakukan pengisian BBM ke truk tangki di Terminal BBM Pertamina di Plumpang.
Petugas melakukan pengisian BBM ke truk tangki di Terminal BBM Pertamina di Plumpang. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com – Penutupan Selat Hormuz akibat konflik geopolitik di Timur Tengah tidak serta-merta membuat Indonesia kehabisan bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, porsi pasokan minyak Indonesia yang melewati jalur tersebut relatif kecil dan masih terdapat alternatif rute pengiriman.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan sekitar 80% pasokan minyak Indonesia tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz.

“Artinya sekitar 80% pasokan minyak nasional tidak bergantung pada jalur tersebut,” ujar Komaidi dalam Energy Iftar Forum 2026 yang diselenggarakan Aspebindo, Rabu (11/3/2026).

Menurut Komaidi, jika Selat Hormuz benar-benar tidak dapat dilalui, pengiriman minyak masih dapat dilakukan melalui rute alternatif meskipun dengan konsekuensi biaya logistik dan asuransi yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

“Kalaupun Selat Hormuz tidak bisa dilewati, kita masih memiliki jalur alternatif. Konsekuensinya memang biaya logistik dan asuransi akan meningkat, tetapi dari sisi ketersediaan stok tetap cukup,” ujarnya.

Ia menambahkan porsi pasokan minyak Indonesia yang melewati Selat Hormuz berada di bawah 20%. Dengan demikian, gangguan di jalur tersebut tidak akan langsung mengganggu pasokan energi nasional secara signifikan.

Komaidi juga menilai kesiapan pasokan energi nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri berada dalam kondisi aman meskipun konflik di Timur Tengah masih memanas.

Hal ini sejalan dengan sinyal positif yang disampaikan pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Pertamina melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) terkait kesiapan distribusi energi di berbagai wilayah.

“Pemerintah bersama sejumlah pemangku kebijakan sudah memberikan sinyal positif bahwa kesiapan di berbagai titik sangat baik. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir menjelang Ramadan dan Idulfitri,” kata Komaidi.

Ia juga menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai stok BBM nasional yang berada di kisaran 20 hari. Menurutnya, angka tersebut telah menjadi standar operasional sejak Indonesia menjadi negara pengimpor bersih minyak (net importer) pada periode 2003–2004.

Komaidi menjelaskan stok operasional sekitar 20 hari bukan berarti pasokan minyak akan langsung habis pada hari berikutnya. Angka tersebut lebih menggambarkan kapasitas penyimpanan (storage) yang dimiliki Indonesia dengan kondisi fiskal dan infrastruktur saat ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Gedung Putih: AS-China Sepakat Selat Hormuz Harus Dibuka Kembali

Gedung Putih: AS-China Sepakat Selat Hormuz Harus Dibuka Kembali

INTERNASIONAL
Trump Tak Mau Minta Bantuan China untuk Atasi Konflik Selat Hormuz

Trump Tak Mau Minta Bantuan China untuk Atasi Konflik Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Dampak Perang AS-Iran, Kemasan Camilan Jepang Jadi Hitam Putih

Dampak Perang AS-Iran, Kemasan Camilan Jepang Jadi Hitam Putih

EKONOMI
Iran Semakin Gencar Ancam UEA, Ternyata Ini Penyebabnya

Iran Semakin Gencar Ancam UEA, Ternyata Ini Penyebabnya

INTERNASIONAL
Korea Selatan Pertimbangkan Dukung AS Amankan Selat Hormuz

Korea Selatan Pertimbangkan Dukung AS Amankan Selat Hormuz

INTERNASIONAL
China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

China Dukung Mediasi Pakistan dalam Konflik AS-Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon