Penutupan Selat Hormuz Tak Lantas Buat RI Kehabisan BBM
Kamis, 12 Maret 2026 | 22:11 WIB
Sebagai perbandingan, beberapa negara memiliki kapasitas cadangan lebih besar, seperti Australia sekitar 50 hari, Jepang hampir 200 hari, dan Korea Selatan sekitar 190 hari. Perbedaan tersebut sangat bergantung pada kemampuan fiskal serta infrastruktur penyimpanan masing-masing negara.
“Artinya memang tergantung kapasitas fiskal dan juga infrastrukturnya. Kalau infrastrukturnya tidak ada, mau ditambah stok pun tidak ada tempat untuk menyimpan,” katanya.
Ia menambahkan sejak Indonesia menjadi net importer pada 2003–2004 dengan stok operasional sekitar 20–25 hari, pasokan energi nasional tetap berjalan dengan baik. Aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas besar seperti mudik Lebaran, juga tetap berlangsung lancar.
"Katakanlah Selat Hormuz sama sekali tidak bisa dilewati, kita masih ada alternatif jalur. Jadi kita bisa memutar untuk sampai ke Indonesia. Konsekuensinya biaya logistik bertambah, biaya asuransi bertambah. Tetapi kalau masalah stok pasti cukup," pungkas Komaidi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




