ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Era Baru OJK, Reformasi Pasar Modal Langsung Dikebut

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:54 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
OJK.
OJK. (Antara/Dhemas Reviyanto)

Jakarta, Beritasatu.com - Perubahan arah kebijakan sektor keuangan Indonesia memasuki era baru setelah Mahkamah Agung (MA) resmi mengambil sumpah jabatan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031. Pengambilan sumpah ini tidak hanya menjadi formalitas pergantian kepemimpinan, tetapi juga menandai dimulainya agenda besar reformasi pasar modal Indonesia.

Upacara pengambilan sumpah jabatan digelar di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026) dan dipimpin langsung oleh Ketua MA Sunarto. Dalam prosesi tersebut, para anggota Dewan Komisioner diminta menyatakan kesediaan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Bersediakah saudara-saudara mengucapkan sumpah jabatan menurut agama masing-masing?” ujar Sunarto.

ADVERTISEMENT

Pertanyaan itu dijawab serentak oleh para pejabat dengan satu kata tegas, “Bersedia.”

Momentum tersebut menegaskan dimulainya mandat baru bagi OJK untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memperkuat fondasi pasar modal yang lebih kredibel.

Kepemimpinan Baru dan Arah Strategis

Struktur baru OJK kini dipimpin oleh Friderica Widyasari Dewi atau akrab disapa Kiki, sebagai ketua dewan komisioner, didampingi Hernawan Bekti Sasongko sebagai wakil ketua. Sejumlah posisi strategis lainnya juga diisi oleh figur yang memiliki pengalaman di sektor keuangan.

Di antaranya, Hasan Fawzi yang memegang peran penting dalam pengawasan pasar modal, serta pejabat lain yang menangani perlindungan konsumen dan inovasi keuangan digital.

Komposisi ini melengkapi total 11 anggota dewan komisioner PJK, termasuk unsur ex-officio dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Formasi tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya akan berfokus pada penguatan kepercayaan publik terhadap industri keuangan, khususnya pasar modal yang menjadi indikator penting investasi domestik.

Pemulihan Kepercayaan Investor Jadi Prioritas

Di tengah dinamika global dan tekanan terhadap pasar domestik, OJK menempatkan pemulihan kepercayaan investor sebagai agenda utama. Hal ini menjadi krusial setelah pasar modal Indonesia sempat mengalami volatilitas akibat isu transparansi dan sorotan global.

“Ini tetap menjadi agenda prioritas kita untuk menjaga, memulihkan kepercayaan publik terutama dari sisi pasar modal dan juga sektor yang lain,” ujar Friderica.

Untuk mencapai target tersebut, OJK menyiapkan sejumlah langkah konkret. Salah satunya adalah memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran di pasar modal guna menciptakan iklim investasi yang lebih sehat.

Selain itu, transparansi menjadi fokus utama. OJK telah membuka data kepemilikan saham di atas 1% kepada publik sejak awal 2026. Langkah ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih jelas bagi investor dalam mengambil keputusan.

“Data-data itu bisa memberi gambaran yang lebih jelas kepada investor, kepada kita semua yang ingin masuk ke saham tertentu,” tambah Friderica.

Dorongan Free Float 15% dan Likuiditas Pasar

Reformasi pasar modal juga dilakukan melalui kebijakan peningkatan free float atau porsi saham beredar di publik menjadi minimal 15%. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas serta memperkuat struktur pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa implementasi aturan tersebut dilakukan secara bertahap agar tidak membebani emiten.

“Jadi Maret tahun depan itu batas waktu tahap pertama, kemudian tahun kedua dan seterusnya. Maret ini panduannya sudah keluar,” jelas Hasan.

Ia menambahkan bahwa aturan tersebut ditargetkan rampung pada 2026 dan akan diterapkan secara bertahap hingga seluruh emiten memenuhi ketentuan yang ditetapkan.

Namun, jika perusahaan tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka opsi delisting melalui mekanisme exit policy.

“Nanti exit policy juga akan diatur dalam pasal terkait aturan free float,” ujar Hasan.

Saat ini, OJK mencatat baru sekitar 60% dari total emiten di Bursa Efek Indonesia yang memenuhi ketentuan free float terbaru. Karena itu, regulator akan mendorong perusahaan untuk melakukan penyesuaian secara bertahap.

Penguatan Data dan Struktur Pasar

Selain kebijakan free float, OJK juga melakukan pembenahan dari sisi data dan struktur pasar. Salah satu langkah penting adalah meningkatkan granularitas data investor di Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Jika sebelumnya data investor hanya terbagi dalam sembilan kategori, kini diperluas menjadi 28 subkategori. Langkah ini bertujuan memberikan gambaran yang lebih detail mengenai profil investor di pasar modal.

Dengan data yang lebih rinci, pelaku pasar diharapkan dapat memahami perilaku investor dengan lebih baik, sehingga keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih rasional.

Respons terhadap Sorotan Global

Langkah reformasi yang dilakukan OJK tidak terlepas dari tekanan eksternal, termasuk sorotan dari Morgan Stanley Capital International terhadap transparansi pasar Indonesia. Isu ini sempat memicu gejolak di pasar saham hingga terjadi penghentian sementara perdagangan.

Sebagai respons, OJK bersama Bursa Efek Indonesia dan lembaga terkait meluncurkan berbagai langkah percepatan reformasi untuk meningkatkan integritas pasar .

Langkah tersebut mencakup penguatan tata kelola, peningkatan transparansi, serta perbaikan kualitas emiten agar lebih sesuai dengan standar global.

Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci

Di luar pasar modal, OJK juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sektor jasa keuangan secara menyeluruh. Inovasi di bidang teknologi finansial dan aset kripto menjadi bagian dari agenda pengawasan ke depan.

Selain itu, OJK akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), guna memastikan kebijakan yang diambil tetap selaras dan efektif.

“Kami yakin dengan kerja sama yang solid antar anggota dewan komisioner OJK, kita inshallah bisa membawa sektor jasa keuangan kita untuk semakin maju ke depan,” ujar Friderica.

Dengan strategi yang komprehensif, OJK berharap mampu menciptakan ekosistem keuangan yang lebih kuat, transparan, dan inklusif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

MSCI Soroti Transparansi Pasar RI, Apa yang Harus Dibenahi?

EKONOMI
OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

OJK dan BEI Genjot Reformasi untuk Tingkatkan Integritas Pasar

EKONOMI
Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

Literasi Keuangan RI Tertinggal, Ini Peringatan Para Tokoh

EKONOMI
OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

OJK Dukung Penuh KPK Usut Dugaan Korupsi Dana CSR BI-OJK

NASIONAL
OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

OJK Benarkan 7 Nama Direksi BEI 2026-2030, Ini Daftar Lengkapnya

EKONOMI
OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

OJK dan KPK Bentuk Tim Teknis Perangi Kejahatan Keuangan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon