SpaceX IPO, Elon Musk Berpotensi Jadi Triliuner Pertama di Dunia
Kamis, 2 April 2026 | 09:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dunia finansial global sedang diguncang oleh kabar terbaru dari kerajaan bisnis Elon Musk. Perusahaan kedirgantaraan miliknya, SpaceX, dikabarkan telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) secara rahasia. Langkah ini diprediksi akan menjadi salah satu momen ekonomi paling bersejarah yang dapat mengubah peta kekayaan dunia secara permanen.
Langkah IPO ini diperkirakan akan terealisasi paling cepat pada Juni 2026. Menurut laporan dari New York Times, penawaran saham SpaceX ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal. Investor global kini tengah menanti dengan antusias untuk mendapatkan bagian dari perusahaan yang telah merevolusi teknologi roket dan perjalanan luar angkasa tersebut.
Disebutkan Just Jared, Kamis (2/4/2026), valuasi SpaceX setelah melantai di bursa diprediksi akan mencapai angka yang sangat fantastis, yakni di kisaran US$ 1 triliun hingga US$ 1,75 triliun. Jika dikonversi ke mata uang kita, angka tersebut mencapai Rp 27.650 triliun. Angka ini akan menempatkan SpaceX sebagai salah satu perusahaan paling berharga di dunia, bersaing ketat dengan raksasa teknologi lainnya menurut laporan Bloomberg.
Dampak langsung dari IPO ini tentu saja tertuju pada pundi-pundi kekayaan sang pemilik, Elon Musk. Saat ini, Musk sudah menyandang gelar orang terkaya di dunia dengan total kekayaan bersih mencapai US$ 821 miliar atau setara dengan Rp 12.971 triliun menurut data terbaru dari Forbes.
“Kekayaan ini terus bergerak dinamis seiring performa perusahaan-perusahaannya di bursa saham,” tulis Just Jared.
Kombinasi antara kesuksesan Tesla yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 1,4 triliun (Rp 22.120 triliun) dan melantainya SpaceX akan menjadikan Musk sebagai manusia pertama dalam sejarah yang meraih status triliuner dalam mata uang dolar. "Beberapa laporan mengatakan IPO tersebut dapat membantunya mendorong lebih dekat untuk menjadi triliuner pertama di dunia," tulis narasumber pasar modal menanggapi fenomena lonjakan kekayaan ini.
SpaceX yang didirikan pada tahun 2002 kini telah berkembang dari sekadar perusahaan perintis menjadi mitra utama NASA. Selain meluncurkan roket, perusahaan ini juga mengoperasikan layanan internet satelit Starlink dan kini mengelola jaringan media sosial X. Kekuatan ekosistem bisnis inilah yang membuat nilai IPO-nya menjadi sangat tinggi dan dinantikan oleh para pemodal besar di seluruh dunia.
Jika proses IPO ini berjalan lancar, SpaceX berpotensi meraup dana segar hingga puluhan miliar dolar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai visi ambisius Musk di masa depan yang melampaui batas bumi. Berdasarkan laporan internal, dana tersebut akan dialokasikan untuk "meluncurkan pusat data kecerdasan buatan (AI) ke orbit, menciptakan koloni di bulan, hingga membawa manusia ke Mars."
Meskipun pengajuan dokumen masih bersifat rahasia, detail keuangan perusahaan telah dibagikan kepada pihak regulator bursa. Langkah ini menunjukkan keseriusan SpaceX untuk bertransformasi menjadi perusahaan publik. Dengan segala pencapaian teknis dan finansialnya, publik kini hanya tinggal menunggu waktu untuk melihat Elon Musk mengukir sejarah baru sebagai manusia dengan harta di atas Rp 15.800 triliun (1 triliun dolar AS).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




