Update Harga Minyak: Naik Tajam 8 Persen Lebih
Kamis, 2 April 2026 | 20:15 WIB
London, Beritasatu.com – Harga minyak dunia melonjak pada Kamis (2/4/2026) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya akan melanjutkan serangan terhadap Iran.
Harga minyak mentah Brent tercatat naik US$ 8,34 atau 8,2% menjadi US$ 109,50 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 9,23 atau 9,2% ke level US$ 109,35 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak 9 Maret 2026.
Kenaikan ini menjadi lonjakan harian terbesar dalam tiga minggu terakhir, baik secara nominal maupun persentase. Meski demikian, harga masih berada di bawah puncak sebelumnya yang sempat menembus US$ 119 per barel pada awal konflik.
Presiden Donald Trump menegaskan, Amerika Serikat akan meningkatkan tekanan terhadap Iran dalam beberapa pekan ke depan. “Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan,” ujar Trump dilansir dari Reuters.
Namun, Trump tidak memberikan rincian terkait langkah yang dapat membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.
Analis pasar senior Phillip Nova Priyanka Sachdeva mengatakan, pasar bereaksi terhadap tidak adanya sinyal gencatan senjata maupun upaya diplomasi dalam pernyataan tersebut.
“Jika ketegangan meningkat atau risiko maritim bertambah, harga minyak berpotensi kembali mencetak level tertinggi baru karena pasar mengantisipasi gangguan pasokan,” ujarnya.
Inggris diketahui tengah menggelar pertemuan virtual dengan 35 negara untuk membahas opsi pembukaan kembali Selat Hormuz, meski Amerika Serikat tidak dijadwalkan hadir.
Pada sisi lain, serangan terhadap infrastruktur energi juga memperburuk kondisi pasokan global. Ukraina dilaporkan menyerang pelabuhan, pipa, dan kilang di Rusia yang menyebabkan kapasitas ekspor turun sekitar 1 juta barel per hari atau sekitar 20% dari total kapasitas.
Selain itu, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa gangguan pasokan mulai berdampak pada perekonomian Eropa sejak April 2026, setelah sebelumnya kawasan tersebut masih terbantu oleh kontrak pasokan yang telah disepakati sebelum konflik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




