Data Tenaga Kerja AS Maret Menguat, The Fed Bakal Tahan Suku Bunga
Minggu, 5 April 2026 | 09:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menguat pada Maret 2026, ditandai dengan penciptaan lapangan kerja yang melampaui ekspektasi. Namun, kondisi keseluruhan masih mencerminkan perlambatan.
Mengutip CNBC International, Minggu (5/4/2026), data Bureau of Labor Statistics mencatat penambahan 178.000 pekerjaan nonpertanian sepanjang Maret, berbalik dari penurunan 133.000 pada Februari dan jauh di atas perkiraan pasar sebesar 59.000. Namun, rata-rata tiga bulan hanya berada di kisaran 68.000, menandakan tren pertumbuhan yang masih moderat.
Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,3%, tetapi penurunan ini terutama dipicu oleh menyusutnya jumlah angkatan kerja. Tercatat, sekitar 396.000 orang keluar dari angkatan kerja, sehingga tingkat partisipasi turun menjadi 61,9%, terendah sejak November 2021.
Kepala ekonom Navy Federal Credit Union Heather Long mengatakan, data Maret memang memberikan sedikit optimisme, tetapi belum cukup kuat untuk mengubah tren pelemahan pasar tenaga kerja sepanjang tahun ini.
Dari sisi sektoral, pertumbuhan lapangan kerja didorong oleh sektor kesehatan yang menambah 76.000 pekerjaan, terutama dari layanan rawat jalan. Sektor konstruksi juga mencatat kenaikan 26.000 pekerjaan, diikuti transportasi dan pergudangan sebanyak 21.000.
Sebaliknya, sektor pemerintah federal kehilangan 18.000 pekerjaan, sementara sektor keuangan berkurang 15.000.
Dari sisi upah, kenaikan tercatat lebih rendah dari ekspektasi. Rata-rata pendapatan per jam hanya naik 0,2% secara bulanan dan 3,5% secara tahunan, menjadi laju terendah sejak Mei 2021. Sementara itu, rata-rata jam kerja juga turun menjadi 34,2 jam per pekan.
Perkembangan ini menjadi perhatian Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter. Sejauh ini, mayoritas pembuat kebijakan memilih bersikap hati-hati dan mempertahankan suku bunga, di tengah inflasi yang masih tinggi dan ketidakpastian global.
Berdasarkan proyeksi pasar, peluang perubahan suku bunga dalam waktu dekat relatif kecil. Bahkan, probabilitas menunjukkan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




