ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perang Iran Guncang Sektor Pariwisata, Timur Tengah Kini Ditinggalkan

Minggu, 5 April 2026 | 13:00 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Pulau buatan mewah, Palm Jumeirah, Dubai.
Pulau buatan mewah, Palm Jumeirah, Dubai. (AP Photo/Kamran Jebreili)

Jakarta, Beritasatu.com - Konflik di Timur Tengah, khususnya perang Iran, mulai mengguncang sektor pariwisata global. Lonjakan harga tiket pesawat dan pembatalan massal penerbangan membuat wisatawan, terutama dari Asia, mulai meninggalkan rencana perjalanan ke kawasan tersebut.

Mengutip CNBC, Minggu (5/4/2026), data industri menunjukkan lebih dari 46.000 penerbangan ke dan dari Timur Tengah telah dibatalkan sejak eskalasi konflik pada akhir Februari. Penutupan wilayah udara dan gangguan operasional maskapai menjadi pemicu utama situasi ini.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan proyeksi ambisius sektor pariwisata kawasan, termasuk Dubai yang sebelumnya diprediksi menjadi pusat pertumbuhan wisata dengan nilai pasar mendekati US$ 950 miliar pada 2026.

ADVERTISEMENT

Selain pembatalan penerbangan, lonjakan harga tiket juga menjadi faktor utama. Wisatawan dari Asia melaporkan harga tiket ke Timur Tengah melonjak hingga US$ 1.500-US$ 2.000, seiring kenaikan harga bahan bakar akibat konflik.

Tak hanya wisatawan individu, sektor perjalanan bisnis juga terdampak. Banyak perusahaan menunda perjalanan ke wilayah berisiko demi menjaga keselamatan karyawan. Bahkan, pembatalan perjalanan bisnis rute Eropa dari Asia meningkat lebih dari dua kali lipat pada awal Maret.

Pada sisi lain, tren pergeseran destinasi mulai terlihat. Wisatawan kini lebih memilih perjalanan regional di Asia, seperti ke Singapura atau destinasi dekat yang dinilai lebih aman dan terjangkau.

Alternatif transportasi seperti feri juga mengalami peningkatan minat, termasuk rute Singapura-Batam yang menawarkan perjalanan singkat dan biaya lebih rendah.

Ekonom menyebut ketidakpastian geopolitik dan mahalnya biaya perjalanan menjadi alasan utama perubahan perilaku wisatawan.

Meski tren ini masih bergantung pada perkembangan konflik dan harga minyak global, tekanan terhadap industri pariwisata Timur Tengah diperkirakan akan berlanjut dalam waktu dekat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

Pentagon Diduga Tutup Laporan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

INTERNASIONAL
Negara G7 Desak Gencatan Senjata di Libanon

Negara G7 Desak Gencatan Senjata di Libanon

INTERNASIONAL
Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

Militer AS Gunakan Taktik Iran untuk Selundupkan Minyak

INTERNASIONAL
Sepakat Damai dengan AS, Iran Bakal Dapat Dana Rp 4.890 Triliun?

Sepakat Damai dengan AS, Iran Bakal Dapat Dana Rp 4.890 Triliun?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon