ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jamin Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik pada 2026, Ini Alasan Purbaya

Senin, 6 April 2026 | 18:32 WIB
BI
WA
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: WA
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Menkeu mengungkapkan kondisi fiskal negara masih cukup kuat untuk menjaga stabilitas harga energi di tengah ketidakpastian global.

Menkeu Purbaya menjelaskan, pemerintah tetap akan melanjutkan kebijakan subsidi BBM hingga penghujung tahun. Hal ini berdasarkan perhitungan anggaran secara komprehensif, termasuk dengan asumsi harga minyak dunia yang relatif tinggi, bahkan jika rata-rata dalam setahun harganya di angka US$ 100 per barel.

“Saya ingin menjelaskan subsidi terhadap BBM itu akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun,” ungkap Purbaya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia melanjutkan, berbagai langkah efisiensi juga telah disiapkan untuk menjaga keseimbangan fiskal. Pemerintah melakukan penghematan di sejumlah pos anggaran sehingga defisit tetap terkendali.

Lebih lanjut, Purbaya kembali menegaskan anggaran yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk menopang kebijakan tersebut.

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan harga minyak dunia yang tidak terkendali. Salah satunya adalah memanfaatkan sisa anggaran lebih (SAL) yang cukup besar senilai Rp 420 triliun.

Meski demikian, Purbaya menilai skenario terburuk tersebut masih jauh dari kemungkinan. Purbaya menyebut peluang harga minyak bertahan di atas US$ 100 dalam jangka panjang relatif kecil.

“Selama supply-nya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp 420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau SAL. Kalau kepepet itu masih bisa dipakai,” pungkasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pasar Tradisional di Klaten Sepi Imbas Harga BBM Naik

Pasar Tradisional di Klaten Sepi Imbas Harga BBM Naik

JAWA TENGAH
Perjanjian Damai AS-Iran, Pemerintah Cermati Penurunan Harga Pertamax

Perjanjian Damai AS-Iran, Pemerintah Cermati Penurunan Harga Pertamax

EKONOMI
Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

EKONOMI
BBM Dunia Turun, Harga Pertamax Masih Tinggi? Ini Penjelasannya

BBM Dunia Turun, Harga Pertamax Masih Tinggi? Ini Penjelasannya

EKONOMI
Harga Minyak Hari Ini Anjlok 5 Persen Sambut Kesepakatan AS-Iran

Harga Minyak Hari Ini Anjlok 5 Persen Sambut Kesepakatan AS-Iran

EKONOMI
Harga Pertamax Naik, Stimulus untuk Desil 4 ke Bawah Disiapkan

Harga Pertamax Naik, Stimulus untuk Desil 4 ke Bawah Disiapkan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon