Selat Hormuz Dibuka, di Mana Posisi 2 Kapal Tanker Milik Pertamina?
Jumat, 10 April 2026 | 14:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Dua kapal tanker minyak, yakni Gamsunoro dan Pertamina Pride, masih tertahan di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz, meskipun gencatan senjata sudah dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Berdasarkan data pelacakan kapal VesselFinder, Gamsunoro terakhir terdeteksi berada di Teluk Persia sekitar empat jam lalu. Kapal tersebut tengah menuju Dubai untuk instruksi lebih lanjut dan seharusnya tiba pada 31 Maret 2026 pukul 05.00 waktu setempat.
Kapal Gamsunoro merupakan tanker minyak mentah yang dibangun pada 2014 dan saat ini berlayar di bawah bendera Panama. Kapal ini digunakan untuk mendistribusikan minyak mentah ke konsumen internasional. Sebelumnya, kapal ini dilaporkan sempat lolos dari gangguan di Laut Merah sebelum akhirnya tertahan di kawasan Selat Hormuz.
Sementara itu, kapal tanker VLCC Pertamina Pride juga terpantau berada di Teluk Persia sekitar tiga menit lalu. Kapal tersebut tengah berlayar menuju Indonesia dan diperkirakan tiba pada 2 April 2026 pukul 09.00.
Pertamina Pride merupakan kapal tanker jenis very large crude carrier (VLCC) yang dibangun pada 2021 dan beroperasi di bawah bendera Singapura. Kapal ini memiliki panjang sekitar 330 meter dengan kapasitas angkut mencapai 2 juta barel minyak mentah.
Diberitakan sebelumnya, produsen minyak terbesar dunia, Saudi Aramco, telah meminta para pembelinya untuk mengajukan nominasi kargo pemuatan pada Mei 2026. Pengiriman direncanakan berasal dari Pelabuhan Yanbu di Laut Merah dan Pelabuhan Ras Tanura di wilayah timur Arab Saudi.
Meski demikian, ekspor dari Ras Tanura masih bergantung pada pembukaan kembali jalur Selat Hormuz karena kapal tanker harus melewati kawasan tersebut.
Saudi Aramco sebelumnya hanya mengizinkan pengangkutan minyak pada April melalui Pelabuhan Yanbu yang terhubung dengan jaringan pipa East-West Pipeline. Jalur ini digunakan sebagai alternatif untuk menghindari Selat Hormuz.
Namun, serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi telah memangkas kapasitas produksi minyak negara tersebut sekitar 600.000 barel per hari dan mengurangi aliran pada pipa East-West Pipeline sekitar 700.000 barel per hari, menurut laporan otoritas setempat.
Pada sisi lain, Kuwait Petroleum Corporation telah memberikan jadwal pemuatan untuk minyak jenis Kuwait Export Crude (KEC) pada April 2026. Proses nominasi kargo masih berlangsung dan bergantung pada kesiapan pembeli untuk mengangkut minyak tersebut.
Perusahaan tersebut sempat menetapkan kondisi kahar (force majeure) terhadap pengiriman minyak karena kapal tanker tidak dapat memasuki kawasan Teluk.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




