ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Fakta-fakta Iran Mulai Buka Selat Hormuz: Kapal Lewat Bayar Kripto

Jumat, 10 April 2026 | 17:08 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Kapal Tanker Pertamina.
Kapal Tanker Pertamina. (Vessel Finder/Vesselfinder)

Jakarta, Beritasatu.com – Iran mulai membuka kembali akses terbatas di Selat Hormuz setelah sempat membatasi jalur pelayaran strategis tersebut akibat eskalasi konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Namun, di balik pelonggaran itu, muncul dinamika baru yang memicu perhatian global, mulai dari kapal yang masih tertahan hingga munculnya skema pembayaran berbasis bitcoin.

Sejak ketegangan meningkat, Iran secara efektif membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Kondisi tersebut langsung mengguncang pasar energi global dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi internasional.

Dampaknya, ribuan kapal sempat tertahan akibat pembatasan dan meningkatnya risiko keamanan di kawasan tersebut. Situasi ini membuat jalur pelayaran yang biasanya sibuk berubah menjadi titik krisis logistik global.

Iran menegaskan hanya kapal dari negara yang dianggap “bersahabat” yang diperbolehkan melintas. “Kami mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabat untuk melewati Selat Hormuz, sementara kapal musuh tidak diperkenankan,” ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

ADVERTISEMENT

Kapal Mulai Diizinkan Lewat, tetapi Belum Normal

Memasuki periode terbaru, Iran mulai memberi sinyal pelonggaran dengan mengizinkan sebagian kapal asing melintas. Namun, kebijakan ini belum sepenuhnya normal karena masih bersifat selektif.

Sejumlah kapal dari negara tertentu dilaporkan sudah dapat melintas tanpa hambatan besar, tetapi kapal lainnya masih menghadapi penundaan dan pemeriksaan ketat. Bahkan, beberapa kapal sempat masih tertahan meskipun jalur pelayaran telah dibuka sebagian.

Pemerintah negara terkait juga melakukan koordinasi intensif untuk memastikan keselamatan dan kelancaran pelayaran kapal yang terdampak.

Situasi ini menunjukkan bahwa pembukaan Selat Hormuz tidak serta-merta mengembalikan kondisi seperti semula. Iran tetap memegang kendali penuh atas akses pelayaran yang melintasi kawasan tersebut.

Setelah membuka akses secara terbatas, Iran mulai mengubah pendekatan dari pembatasan menjadi monetisasi jalur strategis tersebut. Kapal yang melintas kini dikenakan biaya transit tertentu.

Kebijakan ini membuat Selat Hormuz berfungsi layaknya “jalan tol” energi global, dengan Iran sebagai pihak yang mengatur dan memungut biaya dari setiap kapal yang lewat.

Besaran biaya yang dikenakan dilaporkan mencapai jutaan dolar untuk kapal tanker besar. Hal ini menjadikan setiap lintasan di Selat Hormuz sebagai transaksi bernilai tinggi yang berdampak langsung pada biaya logistik global.

Langkah tersebut dinilai sebagai strategi Iran untuk mengubah tekanan geopolitik menjadi sumber pendapatan sekaligus alat tawar dalam konflik internasional.

Ada harga yang harus dibayar

Perkembangan paling menonjol adalah penggunaan mata uang kripto sebagai alat pembayaran. Iran dilaporkan mulai menerima bitcoin serta stablecoin berbasis dolar AS sebagai metode pembayaran biaya transit kapal.

Skema yang berkembang menyebutkan adanya tarif sekitar US$ 1 per barel minyak yang diangkut kapal. Dengan kapasitas tanker besar yang bisa mencapai jutaan barel, total biaya transit dapat mencapai nilai yang sangat besar dalam satu kali perjalanan.

Penggunaan kripto ini dinilai sebagai upaya Iran untuk menghindari sistem keuangan global yang didominasi Barat. Transaksi berbasis aset digital memungkinkan pembayaran dilakukan lebih cepat dan sulit dilacak melalui sistem perbankan tradisional.

Selain itu, Iran juga disebut memanfaatkan stablecoin untuk menjaga stabilitas nilai transaksi di tengah tekanan terhadap mata uang domestik.

Penggunaan aset digital dalam perdagangan lintas batas bukan hal baru bagi Iran. Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan yang berafiliasi dengan struktur keamanan negara tersebut telah memanfaatkan kripto untuk mendukung transaksi minyak dan perdagangan internasional.

Analis menilai stablecoin berbasis dolar menjadi solusi paling praktis karena memberikan stabilitas nilai di tengah inflasi domestik yang tinggi. Hal ini memungkinkan Iran tetap terhubung dengan perdagangan global tanpa bergantung pada sistem perbankan Barat.

Penggunaan kripto juga memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menghadapi sanksi ekonomi yang membatasi akses Iran ke sistem keuangan internasional.

Meskipun Selat Hormuz kembali dibuka sebagian, situasi baru justru menciptakan ketidakpastian tambahan bagi perdagangan global. Sistem pembayaran berbasis kripto yang tidak konvensional membuat operator kapal harus menyesuaikan mekanisme transaksi mereka.

Selain itu, kontrol ketat Iran terhadap lalu lintas pelayaran meningkatkan risiko geopolitik di jalur strategis tersebut. Setiap perubahan kebijakan dapat berdampak langsung pada harga energi global dan biaya logistik internasional.

Pada sisi lain, kelompok bersenjata yang didukung Iran di kawasan Laut Merah juga disebut berpotensi menciptakan titik hambatan baru terhadap jalur perdagangan global, yang dapat memperluas dampak gangguan hingga ke rute lain.

Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran tidak serta-merta menandai berakhirnya ketegangan, melainkan memasuki fase baru yang lebih kompleks.

Pertama, Selat Hormuz kini tidak hanya menjadi jalur pelayaran strategis, tetapi juga instrumen ekonomi dan geopolitik yang dimonetisasi secara langsung oleh Iran.

Kedua, penggunaan kripto dalam skala negara menunjukkan perubahan besar dalam cara transaksi internasional dilakukan, terutama di wilayah yang terdampak sanksi.

Ketiga, ketidakpastian masih tinggi karena akses pelayaran tetap berada di bawah kontrol penuh Iran, sehingga risiko gangguan pasokan energi global belum sepenuhnya hilang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

Iran Tutup Selat Hormuz karena AS Langgar Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Saat Pelayaran Kapal Mulai Pulih

EKONOMI
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

Pelayaran Kapal Tanker Mulai Aktif Kembali di Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon