ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cadangan Beras Hampir 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan RI Makin Kuat

Senin, 20 April 2026 | 19:40 WIB
EM
H
Penulis: Erfan Maruf | Editor: HE
Petugas mengecek karung beras di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu, 19 April 2026.
Petugas mengecek karung beras di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu, 19 April 2026. (Antara Foto/Umarul Faruq)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menegaskan kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan global, termasuk potensi krisis pangan, energi, dan air. Ketahanan pangan nasional terus diperkuat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan.

Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyebut dunia saat ini tengah menghadapi tiga krisis besar.

"Sekarang kondisi global, kondisi dunia saat ini ada tiga krisis yang dihadapi dunia. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Tiga ini harus mendapatkan solusi secepatnya," ungkap Amran di Surabaya, Minggu (19/4/2026).

Di tengah situasi tersebut, Indonesia dinilai berada dalam posisi yang lebih siap, terutama dalam menghadapi potensi dampak El Nino.

ADVERTISEMENT

Salah satu indikatornya adalah tingginya stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog. Saat ini, stok beras nasional telah mencapai 4,9 juta ton dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.

"(Terkait) pangan, alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, hari ini stok cadangan beras kita tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia (RI). 4,9 juta ton dan insyaallah hari Kamis (23/4/2026) nanti sudah 5 juta ton," tambahnya.

Amran menegaskan, stok besar tersebut menjadi langkah antisipasi menghadapi kemungkinan El Nino yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan. Indonesia disebut telah memiliki pengalaman menghadapi fenomena ini pada 2015, 2023, dan 2024.

"El Nino kita sudah hitung. El Nino sekarang ada Godzilla, itu (kemungkinan) 6 bulan. Kita sudah pengalaman, sudah dua kali El Nino. (Tahun) 2015, 2023, 2024. (Sekarang) kita sudah siapkan lebih awal. Jadi insyaallah aman," kata Andi Amran.

Data Bapanas menunjukkan stok CBP saat ini melonjak hingga 221,7% dibandingkan periode puncak El Nino sebelumnya. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak El Nino 2023 terjadi pada Oktober–Desember, saat stok CBP masih berada di kisaran 1,52 juta ton.

"Hari ini stok CBP kita 4,9 juta ton. Siapa pun yang ragu dengan data ini, silakan cek ke gudang Bulog. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami sampaikan hari ini stok CBP kita 4,9 juta ton. Insyaallah paling lambat Kamis atau Jumat, sudah 5 juta ton dan jadi yang tertinggi selama Republik Indonesia berdiri," ungkap Amran penuh keyakinan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Pemprov Gorontalo Berikan Apresiasi

Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan, Pemprov Gorontalo Berikan Apresiasi

EKONOMI
Kekeringan Ancam Sawah Lebak, Pemkab Bergerak Petakan Wilayah Rawan

Kekeringan Ancam Sawah Lebak, Pemkab Bergerak Petakan Wilayah Rawan

BANTEN
Desa Energi Berdikari Keliki Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

EKONOMI
Bapanas: Harga Pangan setelah Iduladha Tetap Terkendali

Bapanas: Harga Pangan setelah Iduladha Tetap Terkendali

EKONOMI
Gandeng 2.500 Petani, UGM Target Putus Ketergantungan Kedelai Impor

Gandeng 2.500 Petani, UGM Target Putus Ketergantungan Kedelai Impor

NASIONAL
Kementan Perketat Pengawasan untuk Berantas Mafia Pangan Nasional

Kementan Perketat Pengawasan untuk Berantas Mafia Pangan Nasional

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon