Kritik Sanksi Dagang, Belarus Dorong Kerja Sama Global Diperkuat
Selasa, 28 April 2026 | 16:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Belarus menyerukan pengurangan praktik sanksi dan pembatasan perdagangan agar kerja sama ekonomi antarnegara tetap berjalan lancar di tengah ketidakpastian global. Belarus menilai hambatan perdagangan justru berpotensi mengganggu stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dunia.
Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski, mengatakan persaingan antarnegara dan ketidakpastian global kini semakin nyata. Karena itu, negara-negara dinilai perlu memperluas kolaborasi, bukan menambah hambatan baru dalam perdagangan internasional.
“Kita perlu hidup di dunia yang bebas dari sanksi dan pembatasan baru terhadap perdagangan kita,” kata Ramanouski dalam acara Jakarta Globe Insight di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, kerja sama ekonomi harus diarahkan untuk kepentingan bersama. Setiap negara perlu mencari solusi kolaboratif agar hubungan dagang tetap berjalan dan mampu mendukung pembangunan nasional.
“Kita perlu mencari cara untuk mengembangkan kerja sama demi kepentingan negara kita, untuk mendukung pembangunan nasional di negara masing-masing,” ujarnya.
Perluas Kerja Sama dengan Indonesia
Ramanouski menegaskan, Belarus memilih memperluas jaringan kerja sama dengan negara mitra, termasuk Indonesia, sebagai strategi menghadapi tekanan global. Kolaborasi juga dapat diperkuat melalui hubungan antarkawasan seperti Eurasian Economic Union dan ASEAN.
Ia menilai hubungan Belarus dan Indonesia masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, tidak hanya di sektor perdagangan, tetapi juga di bidang ketahanan pangan, pertanian, pendidikan, hingga kerja sama bisnis.
Di sektor pangan, Belarus menawarkan dukungan berupa pupuk kalium, pupuk majemuk, serta solusi pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, termasuk untuk komoditas sawit dan beras. Selain itu, Belarus juga membuka peluang kerja sama alat dan mesin pertanian seperti traktor dan mesin panen.
Ramanouski menambahkan, penguatan hubungan antarmasyarakat dan kerja sama pendidikan menjadi kunci dalam membangun kemitraan jangka panjang. Ia mendorong peningkatan interaksi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat kedua negara.
Menurutnya, respons terbaik dalam menghadapi disrupsi global adalah memperkuat persahabatan dan memperluas kerja sama yang saling menguntungkan antarnegara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




