MSCI Pertahankan Status Emerging Market tetapi Beri Catatan Penting
Jumat, 19 Juni 2026 | 06:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Morgan Stanley Capital International (MSCI) tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar berkembang (emerging market). Hal itu tentu menjadi kabar yang melegakan bagi pelaku pasar domestik.
Meski masih memberikan sejumlah catatan kritis terkait transparansi dan aksesibilitas pasar, MSCI belum menurunkan status Indonesia menjadi pasar frontier yang selama beberapa bulan terakhir dikhawatirkan investor.
Pada Global Market Accessibility Review 2026, MSCI memang menurunkan penilaian Indonesia pada aspek aliran informasi dari positif menjadi negatif. Namun, lembaga penyedia indeks global tersebut tidak mengubah posisi Indonesia sebagai bagian dari kelompok pasar berkembang.
“Kekhawatiran terhadap aksesibilitas pasar muncul akibat ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan indikasi perilaku perdagangan terkoordinasi yang melemahkan proses pembentukan harga yang wajar,” tulis MSCI dikutip Jumat (19/6/2026).
Sejak awal tahun, pasar modal Indonesia dibayangi kekhawatiran terkait kemungkinan penurunan status oleh MSCI. Pada Januari 2026, MSCI secara terbuka menyoroti masalah transparansi kepemilikan saham dan efektivitas mekanisme pembentukan harga di pasar modal Indonesia.
Peringatan tersebut sempat memicu gejolak di pasar. Investor asing melakukan aksi jual dan indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan sepanjang tahun.
Namun, hasil tinjauan terbaru menunjukkan MSCI masih memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk melanjutkan berbagai reformasi yang telah dilakukan regulator dan pelaku pasar.
Pada laporannya, MSCI juga tetap menyoroti sejumlah persoalan, terutama terkait keterbukaan informasi kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi yang berpotensi mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.
"Ketidaktransparanan dalam data kepemilikan dan aktivitas pasar merusak pembentukan harga yang tepat serta membatasi kemampuan investor global untuk menilai jumlah saham beredar bebas yang sebenarnya," tulis MSCI.
Selain itu, MSCI juga kembali mengkritisi keterbatasan akses di pasar valuta asing Indonesia yang dinilai masih menjadi hambatan bagi investor internasional.
"Tidak ada pasar offshore foreign exchange yang efisien dan terdapat kendala pada pasar valuta asing domestik di Indonesia," kata MSCI.
Namun, lembaga tersebut mencatat berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan otoritas pasar modal Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.
Status emerging market memiliki arti strategis bagi Indonesia karena menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan investor global dalam menentukan alokasi investasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




