MSCI Beri Catatan untuk Pasar Modal RI, Bagaimana Nasib IHSG Hari Ini?
Jumat, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pasar modal Indonesia kembali mendapat catatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dalam Global Market Accessibility Review 2026, penyedia indeks global tersebut menyoroti persoalan transparansi informasi di pasar modal domestik.
MSCI menurunkan penilaian pada aspek information flow dari positif menjadi negatif. Penurunan itu dipicu masih adanya persoalan keterbukaan data kepemilikan saham dan aktivitas perdagangan yang dinilai menjadi perhatian investor global.
Dalam laporan yang dirilis Jumat (19/6/2026) dini hari, MSCI menyebut transparansi struktur kepemilikan saham masih menjadi salah satu tantangan utama pasar modal Indonesia. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga yang efisien serta menyulitkan investor dalam menghitung jumlah saham beredar bebas (free float).
"Ketidaktransparanan dalam data kepemilikan dan aktivitas pasar merusak pembentukan harga yang tepat serta membatasi kemampuan investor global untuk menilai jumlah saham beredar bebas yang sebenarnya," tulis MSCI dalam laporannya.
Sorotan MSCI tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar yang tengah mencermati arah pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). MNC Sekuritas menilai indeks masih berpotensi menghadapi tekanan jual dalam jangka pendek.
"IHSG terkoreksi 0,78% ke 6.172 dan masih didominasi oleh tekanan jual, namun pergerakannya masih mampu berada di atas MA20," tulis MNC Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (19/6/2026).
Meski tekanan masih membayangi, peluang penguatan secara teknikal dinilai tetap terbuka. Namun investor diminta mewaspadai potensi koreksi lanjutan.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, adapun penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji di 6.476-6.577, namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 6.051-6.113," ungkap MNC Sekuritas.
Sementara itu, Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG bakal menguat hari ini. "Hari ini, kami memperkirakan JCI akan naik di tengah sentimen positif di pasar global dan regional," ungkap dia dalam risetnya, Jumat (19/6/2026).
Dia menjelaskan, pasar saham AS ditutup lebih tinggi pada hari Kamis (18/6/2026) waktu setempat. Di mana Dow +0,14%, S&P 500 +1,08%, dan Nasdaq +1,91%. Kenaikan didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik dan ekspektasi seputar kebijakan Federal Reserve, yang meningkatkan sentimen risiko dan mengangkat saham teknologi.
Sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun turun 3,4 bps menjadi 4,453%, sementara indeks dolar AS naik 0,76% menjadi 100,85.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Kamis (18/6/2026) waktu AS. Minyak mentah WTI turun 0,25% menjadi US$ 76,60 per barel, minyak mentah Brent naik 0,38% menjadi US$ 79,85 per barel, batu bara turun 2,81% menjadi US$ 131,55 per ton, CPO turun 0,02% menjadi 4.573 ringgit Malaysia per ton, dan emas turun 1,1% menjadi US$ 4.210 per oz.
Sentimen positif juga datang dari regional. Di mana indeks Kospi ( naik 2,88%) maupun Nikkei ( naik 1,10%) dibuka lebih tinggi.
Sebelumnya, IHSG menutup perdagangan Kamis (18/6/2026) di zona merah setelah sepanjang sesi berada dalam tekanan aksi jual. Indeks turun 48,40 poin atau 0,78% ke level 6.172.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.073 hingga 6.197. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 24,674 triliun dengan volume perdagangan 31,478 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,315 juta kali
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




