OJK: Review MSCI Tunjukkan Kondisi Pasar Indonesia Tetap Terjaga
Jumat, 19 Juni 2026 | 11:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 menunjukkan kondisi pasar modal Indonesia secara umum tetap terjaga.
OJK menilai mayoritas aspek aksesibilitas pasar masih memperoleh penilaian positif dan mencerminkan efektivitas berbagai reformasi yang telah dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, hasil kajian MSCI tidak menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
"OJK mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menunjukkan bahwa secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan signifikan," kata Hasan dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).
Menurut Hasan, dari lima segmen market accessibility yang mencakup 18 kriteria penilaian, hanya satu indikator yang mengalami perubahan, yakni information flow pada segmen market infrastructure.
Secara keseluruhan, sebanyak 10 dari 18 indikator memperoleh penilaian "++" atau kategori tertinggi. Sementara enam indikator lainnya mendapat nilai "+". Adapun dua indikator yang masih memperoleh penilaian negatif adalah information flow dan foreign exchange market liberalization level.
Meski demikian, OJK mencatat MSCI juga mengakui sejumlah kemajuan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk berkurangnya catatan terkait liberalisasi pasar valuta asing. Namun, aspek tersebut masih dinilai memerlukan perbaikan lebih lanjut.
Sebagai tindak lanjut, OJK akan memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan berbagai otoritas terkait guna meningkatkan kualitas pasar modal nasional tanpa mengesampingkan stabilitas sistem keuangan.
"Dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko yang terjaga dan sejalan dengan kebijakan makroprudensial nasional, kami memastikan berbagai langkah perbaikan akan terus dilakukan," ujar Hasan.
Dalam beberapa bulan terakhir, OJK bersama self-regulatory organization (SRO) telah menjalankan sejumlah reformasi pasar modal. Langkah tersebut mencakup peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan sistem pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas pengawasan perdagangan, hingga penyempurnaan regulasi untuk memperkuat transparansi dan perlindungan investor.
OJK menilai berbagai upaya tersebut telah mendapat pengakuan dari pelaku pasar internasional maupun penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell. Sejumlah reformasi bahkan telah menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan indeks dan kebijakan investasi global.
Menurut Hasan, penguatan transparansi, integritas pasar, dan kualitas informasi merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, hasil kajian MSCI akan menjadi salah satu referensi penting dalam menentukan arah kebijakan berikutnya guna meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing.
Ke depan, OJK juga berkomitmen memperkuat komunikasi dengan MSCI, FTSE Russell, serta investor global agar reformasi yang telah dilakukan Indonesia dapat dipahami lebih baik oleh komunitas investasi internasional.
"Kami memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimistis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," tutup Hasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




