ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Bali Tegaskan Transaksi Turis Wajib Pakai Rupiah

Jumat, 19 Juni 2026 | 15:54 WIB
MA
MA
Penulis: Medikantyo Junandika Adhikresna | Editor: MA
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menegaskan seluruh transaksi sektor pariwisata di Indonesia wajib menggunakan rupiah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menegaskan seluruh transaksi sektor pariwisata di Indonesia wajib menggunakan rupiah. (Beritasatu.com/Gede Sumertayasa)

Denpasar, Beritasatu.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menegaskan seluruh transaksi sektor pariwisata di Indonesia wajib menggunakan rupiah. Sektor pariwisata saat ini belum termasuk dalam kategori yang dikecualikan dari kewajiban penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi di dalam negeri.

“Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI,” kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald Dungdung Parluhutan, Jumat (19/6/2026).

Menurut Ronald, kewajiban penggunaan rupiah dalam transaksi domestik juga bertujuan mendukung stabilitas nilai tukar dan menjaga kedaulatan rupiah di Indonesia. Dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/3/2015, transaksi perdagangan internasional memang dikecualikan dari kewajiban menggunakan rupiah.

ADVERTISEMENT

Aturan tersebut memungkinkan eksportir mencantumkan harga dan menggunakan mata uang asing dalam kontrak internasional. Namun, hingga saat ini sektor pariwisata belum masuk dalam kategori pengecualian tersebut.

Pada sisi lain, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Putu Winastra berharap pemerintah memberikan ruang bagi pelaku usaha pariwisata untuk mencantumkan harga paket wisata dalam mata uang asing, seperti dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, pembayaran tetap dilakukan menggunakan rupiah sesuai kurs yang berlaku saat transaksi berlangsung.

Putu menilai industri pariwisata turut berkontribusi memperkuat nilai tukar rupiah karena menghasilkan devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara, layaknya kegiatan ekspor jasa. Menurutnya, penguatan dolar AS dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan bagi pelaku usaha pariwisata.

Pasalnya, harga paket wisata umumnya ditetapkan dalam rupiah, sementara berbagai kebutuhan operasional mengalami kenaikan seiring menguatnya mata uang AS. Selain itu, pelaku usaha juga menghadapi dilema ketika ingin mencantumkan harga dalam dolar AS atau mata uang asing lainnya pada situs resmi perusahaan.

Langkah tersebut berpotensi menjadi temuan aparat penegak hukum dan berujung pada proses hukum. Sebagai destinasi wisata internasional, Bali menjadi salah satu penyumbang devisa negara melalui kunjungan wisatawan asing, yang dinilai memiliki dampak serupa dengan kegiatan ekspor dalam mendukung perekonomian nasional.

Rupiah Masih Berfluktuasi

Dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan hingga menembus level psikologis di atas Rp 18.000 per dolar AS. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate secara bertahap.

Pada Mei 2026, BI menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Selanjutnya, BI kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026, dan kemudian naik lagi menjadi 5,75%.

Kebijakan tersebut sempat mendorong penguatan rupiah sehingga bergerak menjauh dari level Rp 18.000 per dolar AS. Meski demikian, pada perdagangan Jumat pagi, rupiah melemah 51 poin atau 0,29% menjadi Rp 17.845 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp 17.794 per dolar AS.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BI Rate Masih Bisa Naik jika Rupiah Terus Tertekan

BI Rate Masih Bisa Naik jika Rupiah Terus Tertekan

EKONOMI
Pedagang Daging di Magelang Ungkap Alasan Mogok Berdagang Hari Ini

Pedagang Daging di Magelang Ungkap Alasan Mogok Berdagang Hari Ini

JAWA TENGAH
BI Sebut Rupiah Terus Menguat Pascakenaikan Suku Bunga

BI Sebut Rupiah Terus Menguat Pascakenaikan Suku Bunga

EKONOMI
Dolar AS Menguat, Pemilik Bengkel di Blitar Naikkan Harga Suku Cadang

Dolar AS Menguat, Pemilik Bengkel di Blitar Naikkan Harga Suku Cadang

JAWA TIMUR
Gubernur BI Proyeksi Rupiah 2027 Menguat ke Level Rp 16.800-Rp 17.500

Gubernur BI Proyeksi Rupiah 2027 Menguat ke Level Rp 16.800-Rp 17.500

EKONOMI
Penyebab Rupiah Anjlok Parah Rp 18.187 hingga Prediksi ke Depan

Penyebab Rupiah Anjlok Parah Rp 18.187 hingga Prediksi ke Depan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon