ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BI Akan Terbitkan Aturan "Underlying Money Changer"

Senin, 31 Agustus 2015 | 22:59 WIB
MW
B
Penulis: Margye J Waisapy | Editor: B1
Ilustrasi perdagangan valuta asing
Ilustrasi perdagangan valuta asing (JG Photo/Safir Makki)

Jakarta - Dalam mengendalikan transaksi dolar Amerika Serikat (AS) agar tidak disalahgunakan saat ini, Bank Indonesia (BI) akan segera mengatur ketentuan penyertaan underlying untuk money changer. Pasalnya, money changer pun merupakan klien perbankan untuk mendapatkan suplai dolar AS untuk kepentingan nasabahnya.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, transaksi dolar AS dalam negeri yang korporasi dan nonkorporasi harus dikendalikan.

"Tapi aturan khusus money changer juga akan diterbitkan. Nanti money changer, waktu dia butuh suplai baru ke bank. Nanti bank minta mana (underlying-nya)? Nanti akan dipertegas lagi aturan khusus money changer," ungkap Mirza di Gedung Dhanapala Kemkeu, Jakarta, Senin (31/8).

Aturan tersebut akan dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Bank Indonesia (PBI). Seperti yang diketahui, BI sebelumnya telah menurunkan transaksi tanpa underlying dari US$ 100.000 menjadi US$ 25.000.

ADVERTISEMENT

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

MULTIMEDIA
Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

NASIONAL
BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

EKONOMI
BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon