Pembangunan Infrastruktur Transportasi Laut Dikebut
Senin, 24 Agustus 2020 | 15:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19, pemerintah terus bergerak membuat terobosan untuk menciptakan lompatan kemajuan. Begitu juga halnya dengan sektor transportasi, khususnya di subsektor laut. Beberapa pembangunan infrastruktur transportasi laut terus berjalan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, seperti penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat, Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, dan Pelabuhan Gilimas Lombok.
"Pemerintah optimistis Pelabuhan Patimban tahap I dapat diselesaikan pada Oktober 2020, sehingga bisa dilakukan soft launching pada November 2020. Selanjutnya, pembangunan Pelabuhan Kijing sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), di mana nantinya akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Pulau Kalimantan. Begitu juga dengan Pelabuhan Gilimas Lombok. Kami terus berupaya mendorong pembangunan dan pengembangan Terminal Gilimas guna mendukung pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat," kata Budi Karya Sumadi pada acara Webinar Transportasi Untuk Merajut Keberagaman Episode 4 : Moda Transportasi Laut, Senin (24/8/2020).
Pada 2020 ini, lanjut Menhub, terdapat beberapa infrastruktur perhubungan laut yang pembiayaan melalui skema pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai alternatif selain APBN. Di antaranya pengembangan Pelabuhan Seba di Nusa Tenggara Timur dan pembangunan Menara Suar Tanjung Batu di Tarakan, Kalimantan Utara.
Menhub menyampaikan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini Kementerian Perhubungan terus melaksanakan salah satu program transportasi laut yang berperan langsung dalam merajut keberagaman, dengan menciptakan kesetaraan dan pemerataan ekonomi yaitu tol laut. Program yang telah dimulai pada 2015 ini, sampai tahun 2020 telah mengoperasikan 26 trayek angkutan barang tol laut, 110 trayek pelayaran perintis dan 6 trayek kapal ternak.
"Salah satu program yang berkaitan dengan upaya peningkatan konektivitas antarwilayah Indonesia untuk kesetaraan perekonomian adalah tol laut. Program tol laut telah memberikan kontribusi dan manfaat dalam menekan disparitas harga, khususnya di wilayah timur Indonesia serta meningkatkan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.
Menhub menambahkan, transportasi laut berperan strategis dalam mendukung pembangunan nasional di segala bidang, termasuk mempersatukan Indonesia yang penuh keberagaman, baik agama, suku, budaya, ras maupun bahasa. Selain itu, transportasi laut menjadi infrastruktur penting dalam rangka menggerakkan roda perekonomian Indonesia, khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).
"Ribuan pulau di seluruh Indonesia dihuni penduduk yang beragam suku, agama, ras maupun bahasa, perlu dijembatani dengan infrastruktur konektivitas yang memadai. Transportasi laut selain menjadi simpul konektivitas antarpulau juga merupakan penghubung serta menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi nasional di seluruh Indonesia," kata Menhub.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




