UMKM Sektor Kuliner, Jasa, dan Konveksi Paling Terdampak Pandemi
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

UMKM Sektor Kuliner, Jasa, dan Konveksi Paling Terdampak Pandemi

Sabtu, 14 November 2020 | 10:33 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai penggerak ekonomi negara serta penyerap tenaga kerja, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami kerugian yang besar karena kegiatan usaha mereka tersendat dan mengalami penurunan pemasukan yang drastis akibat pandemi Covid-19.

Perusahaan SaaS (Software-as-a-Service) Paper.id bekerja sama dengan SMESCO Kementerian Koperasi dan UKM dan OK OCE mengadakan survei bertajuk “Dampak Pandemi Covid-19 terhadap UMKM”. Survei ini dilakukan secara daring dan dikirimkan kepada lebih dari 3.000 UMKM yang ada di 22 provinsi Indonesia.

Temuan survei: UMKM alami penurunan omzet
Berdasarkan data temuan yang ada, sebanyak 78% responden mengaku mengalami penurunan omzet, dengan kategori yang terbesar terdapat pada penurunan lebih dari 20% (67,5%).Penurunan yang ada terjadi hampir menimpa seluruh bidang usaha. Dalam data, terdapat tiga jenis usaha yang mengalami dampak paling besar adalah kuliner (43,09%), jasa (26,02%), dan fashion (13,01%). Meski mayoritas responden melakukan pemasaran secara online dan offline (63,40%), hal ini tetap tidak dapat memperbaiki kegiatan usaha yang ada, karena efek pandemi yang menyeluruh dan mengakibatkan menurunnya daya beli konsumen.

Survei UMKM Paper.id

Dampak penurunan omzet diikuti oleh terhambatnya kegiatan operasional dan finansial usaha. Sebanyak 65% responden mengalami masalah pada kegiatan usaha, seperti usaha harus tutup sementara, kesulitan adaptasi work from home (WFH), serta 24% masalah operasional bersumber dari pelanggan seperti menurunnya daya beli konsumen. Survei juga menunjukkan responden mengalami masalah finansial. Sebanyak 68% responden mengalami masalah keuangan internal, seperti kenaikan biaya operasional untuk protokol kesehatan (masker dan hand sanitizer), dan harus menggunakan modal kerja pribadi. Sementara itu, 26% responden mengaku kesulitan dalam mengajukan pinjaman ke bank.

Upaya mitigasi: Dari pivot bisnis hingga ekspansi usaha
Masalah pandemi Covid-19 tidak menghalangi kreativitas para pelaku usaha untuk mencari solusi agar usaha tetap dapat berjalan. Berdasarkan hasil data yang ada, mayoritas responden memilih untuk mencari pasar baru (23,93%). Sementara itu, 13,44% responden memilih untuk melakukan pivot bisnis atau menjual produk baru.

“Tentu saja, pandemi ini memberikan dampak kepada ekosistem bisnis di dunia, tapi saya percaya pandemi akan mendorong kreativitas para pelaku usaha untuk membuat inovasi yang baru. Contohnya seperti, krisis finansial di tahun 2008 yang akhirnya memunculkan fintech. Karena itu, saya optimistis sekali, pandemi ini akan melahirkan banyak tren bisnis baru, asalkan para pelaku usaha mau beradaptasi dengan keadaan dunia yang baru,” kata CEO dan Co-Founder Paper.id, Jeremy Limman.

Dari beberapa wawancara yang telah dilakukan, responden mengaku menjual barang-barang yang sedang laku di pasaran seperti masker atau produk kesehatan. Sebanyak 8,52% responden juga mengatakan bahwa, mereka memutuskan untuk melakukan ekspansi bisnis.

Survei UMKM Paper.id

Mirah Ayu selaku Kepala Seksi (KASI) Humas SMESCO Indonesia menambahkan bahwa, “bidang usaha terkait kebutuhan dasar dan kesehatan serta segala usaha berbasis digital baik produk jasa maupun cara penjualannya akan makin banyak diminati seperti frozen food, minuman herbal, hand sanitizer, masker, serta travel kit untuk menunjang gaya hidup masyarakat yang mobile sepertinya akan paling banyak dicari baik saat dan setelah pandemi”.

Terkait tingkat optimisme pelaku usaha dalam menghadapi pandemi, data terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, dengan tingkat optimisme di bawah satu tahun sebanyak 67,32% dan di atas satu tahun dengan 32,68%. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah langkah pemulihan yang perlu dilakukan pelaku UMKM agar usaha kembali normal.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Indra Cahya Uno selaku pendiri dari OK OCE mengatakan “Selama pandemi, kita sudah terbiasa dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada, contohnya protokol kesehatan. Kebiasaan ini tidak akan luntur pasca pandemi dan dia akan terus melekat. Tantangan-tantangan tersebut akan dapat kita hadapi jika kita saling membantu untuk mengubah tantangan menjadi peluang usaha yang baru”.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kapitalisasi IHSG Naik 2,4% dalam Sepekan

Pada hari Rabu (11/11) Bursa mencatatkan rekor frekuensi transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah yaitu sebesar 1.135.495 kali transaksi saham.

EKONOMI | 14 November 2020

Menikah di Saat Pandemi adalah Keputusan Finansial yang Pintar

Bagi Anda yang belum memiliki emas dan masih bingung mencari maskawin, maka tidak ada salahnya untuk menggunakan saham.

EKONOMI | 14 November 2020

Ruas Tol di Pekanbaru dan Jambi Ditargetkan Diteken Kuartal IV 2020

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menargetkan beberapa ruas di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ditandatangani kontrak pada kuartal IV 2020.

EKONOMI | 14 November 2020

BSN Dorong Sektor Pariwisata Terapkan SNI dan Protokol Kesehatan

BSN mendorong pengelolaan pariwisata tetap menerapkan prinsip keberlanjutan

NASIONAL | 14 November 2020

Mayoritas Bursa Eropa Ditutup Menguat

Indeks Stoxx600 Eropa naik 0,01%, DAX Jerman naik 0,18%, FTSE Inggris turun 0,36%, CAC Prancis naik 0,33%, FTSE MIB Italia naik 0,41%.

EKONOMI | 14 November 2020

S&P 500 Ukir Rekor, Nasdaq Akhiri Pekan Ini di Zona Negatif

Pelaku pasar memborong saham-saham yang berpotensi menguat seiring penemuan vaksin dan harapan pemulihan ekonomi tahun depan.

EKONOMI | 14 November 2020

Hingga Hari ke-4 TEI, RI Raup Kontrak Dagang USD 485,1 Juta

Hingga memasuki hari keempat, TEI-VE berhasil menghasilkan kontrak dagang senilai USD 485,1 juta dengan transaksi investasi sebesar USD 100 juta dari Jepang.

EKONOMI | 14 November 2020

Tugu Insurance Kantongi Penghargaan Brand Image

Tugu Insurance berhasil memperoleh penghargaan Brand Image untuk kategori Asuransi Umum >5T di Financial Award 2020 (Millenials'Choice).

EKONOMI | 13 November 2020

Rosan Roeslani Jabat Wakil Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional

Satu wakil ketua lainnya dijabat Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

EKONOMI | 13 November 2020

UMKM Jadi Prioritas dalam Transformasi Ekonomi Nasional

Hingga Oktober, BPUM telah menjangkau sekitar 9 juta pelaku usaha mikro.

EKONOMI | 13 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS