Harga Bitcoin Mengatrol Uang Kripto Ethereum dan XRP
Jumat, 11 Desember 2020 | 16:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bitcoin telah melonjak 15% dalam sepekan terakhir dan mencapai level tertinggi baru sepanjang masa, meski masih berada di bawah USD 20.000 per koin.
Sementara itu, Ethereum 2.0, mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, naik lebih dari 20% dalam kurun waktu yang sama.
Dengan demikian, lonjakan dramatis yang dialami Bitcoin ternyata belum ada apa-apanya dibandingkan kenaikan beberapa mata uang kripto atau cryptocurrency lainnya. Berbeda dengan XRP, cryptocurrency terbesar ketiga, yang telah melonjak hampir 25%. Mata uang kripto lainnya seperti Litecoin, Polkadot, Cardano, dan Stellar juga menikmati keuntungan yang lebih besar daripada Bitcoin.
Menurut Rendra Yuangga selaku CMO platform trading advisor ItsForex, kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar dan dapat dijelaskan dengan matematika sederhana.
"Koin yang lebih kecil dapat memiliki (persentase) pergerakan yang lebih besar dan ada banyak koin lain yang dapat diinvestasikan orang," kata Rendra dalam keterangan tertulis, Jumat (11/12/2020).
Sehingga, Bitcoin secara signifikan lebih besar daripada cryptocurrency lainnya atau yang sering disebut sebagai Altcoin. Nilai dari semua Bitcoin yang beredar sendiri sekitar USD 360 miliar.
"Masuk akal bagi investor untuk memiliki portofolio dengan Bitcoin dan Ethereum untuk jangka panjang dan memiliki sekeranjang dari yang lain untuk diperdagangkan," kata King.
Namun, perlu dicatat ketertarikan terhadap koin-koin yang lebih kecil ini sampai batas tertentu telah mengangkat Bitcoin ke rekor baru.
"Ledakan cryptocurrency adalah konsekuensi dari lingkungan ekonomi," kata Robby Suhendrawan selaku CEO ForexKey, sebuah perusahaan Introduction Broker Forex.
Robby menambahkan, ada keinginan yang menggebu untuk stablecoin seperti Tether dan Paxos, mata uang kripto yang didukung oleh dolar, euro, dan mata uang pemerintah lainnya. Peluncuran stablecoin Libra yang didukung Facebook dan kini sedang dalam proses berganti nama menjadi Diem, juga dapat menyebabkan lebih banyak konsumen rata-rata menggunakan cryptocurrency.
Di sisi lain, lanjutnya, investor mungkin juga tertarik pada cryptocurrency lain karena mereka takut Bitcoin menjadi terlalu banyak perdagangan momentum yang populer.
Mata Uang Kripto Lain Masih Ditentukan Sentimen Pasar
Dilansir dari Investing.com, harga mata uang kripto Ethereum diperdagangkan pada $533,52 pukul 15:33 (08:33 GMT) di Investing.com Index pada Rabu kemudian harga jatuh ke 10,27%. Ini merupakan persentase kerugian satu hari terbesar sejak 5 September.
Pergerakan ini telah mengurangi kapitalisasi pasar Ethereum hingga menurun menjadi $61,37B, atau 31,49% dari total kapitalisasi pasar cryptocurrency. Sedangkan pada level tertinggi, market cap Ethereum adalah $135,58B.
Ethereum telah diperdagangkan pada kisaran harga $533,52 hingga $556,38 dalam 24 jam sebelumnya.
Selama tujuh hari terakhir, harga Ethereum telah menurun 8,89%. Volume Ethereum yang diperdagangkan selama 24 jam terakhir hingga waktu penulisan adalah $16,81B atau 14,37% dari total volume seluruh mata uang kripto. Harga telah diperdagangkan di kisaran $533,5151 hingga $622,0967 dalam tujuh hari terakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




