ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jika GoTo IPO, Kapitalisasi Pasar Modal Akan Melonjak

Senin, 17 Mei 2021 | 19:43 WIB
H
WP
Penulis: Herman | Editor: WBP
Ilustrasi Gojek dan Tokopedia.
Ilustrasi Gojek dan Tokopedia. (B1/Muhammad Reza)

Jakarta, Beritasatu.com - Praktisi pasar modal sekaligus Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee berharap besar Group GoTo yang merupakan hasil merger Tokopedia dan Gojek bisa segera melakukan penawaran umum perdana saham (Initial public offering/IPO). Langkah tersebut bakal meningkatkan kapitalisasi pasar modal Indonesia.

"Kalau sampai GoTo go public, tentu sangat diminati. Orang kan membeli saham suatu perusahaan karena dia mengenal perusahaan tersebut. Kita tahu, Gojek dan Tokopedia merupakan dua perusahaan yang layanannya sangat dikenal dan banyak digunakan masyarakat," kata Hans Kwee saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (17/5/2021).

Go public-nya Grup GoTo menurut Hans bisa meningkatkan jumlah investor di dalam negeri, terutama orang-orang yang selama ini sudah terbiasa menggunakan layanan Tokopedia dan Gojek. Selain itu, bagi mereka yang ingin menjadi bagian dari perusahaan tersebut.

"Orang-orang yang biasa memakai layanan Gojek dan Tokopedia mungkin akan tertarik membeli saham perusahaan tersebut. Ini juga tentu akan menaikkan kapitalisasi pasar karena dua perusahaan ini besar dan kemudian bergabung. Sedangkan bagi GoTo, mereka juga punya akses ke pasar pendanaan yang luas. Bisa saja mereka dual listing, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri," kata Hans.

ADVERTISEMENT

Melalui merger ini, grup GoTo akan membawahi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. Ketiganya akan beroperasi sebagai entitas yang berdiri sendiri di dalam ekosistem Grup GoTo.

Grup GoTo memiliki total Gross Transaction Value (GTV) secara Grup lebih dari US$ 22 miliar pada 2020, lebih dari 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020, lebih dari dua juta mitra driver yang terdaftar per Desember 2020, lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) per Desember 2020, lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan (monthly active user/MAU), dan kontribusi sebesar 2% kepada total PDB Indonesia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Momen Haru Nadiem Peluk-Rangkul Driver Gojek Seusai Dituntut 18 Tahun

Momen Haru Nadiem Peluk-Rangkul Driver Gojek Seusai Dituntut 18 Tahun

NASIONAL
Ternyata, Jaksa Juga Tuntut Nadiem Bayar Rp 5,6 Triliun

Ternyata, Jaksa Juga Tuntut Nadiem Bayar Rp 5,6 Triliun

NASIONAL
Danantara Bakal Tambah Kepemilikan Saham di Gojek Tokopedia

Danantara Bakal Tambah Kepemilikan Saham di Gojek Tokopedia

EKONOMI
GoTo dan Kemenhub Berangkatkan Ribuan Mitra Gojek Mudik Gratis

GoTo dan Kemenhub Berangkatkan Ribuan Mitra Gojek Mudik Gratis

EKONOMI
Gojek Ungkap Alasan Pelanggan Sulit Dapat Driver

Gojek Ungkap Alasan Pelanggan Sulit Dapat Driver

EKONOMI
Viral Krisis Ojol di Jakarta Saat Ramadan, Warga Sulit Dapat Driver

Viral Krisis Ojol di Jakarta Saat Ramadan, Warga Sulit Dapat Driver

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon