GoTo Berpotensi Sumbang Rp 300 Triliun ke Perekonomian
Jumat, 4 Juni 2021 | 20:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Aksi merger antara dua perusahan teknologi unicorn di Indonesia, Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo, diklaim menjadi kolaborasi usaha terbesar di Indonesia, sekaligus kolaborasi terbesar antar dua perusahaan internet dan layanan media di Asia pada saat ini.
Bagaimana tidak, penggabungan tersebut diperkirakan akan menghasilkan entitas baru dengan valuasi mencapai US$ 40 miliar atau setara Rp 560 triliun. Setelah resmi merger, Gojek dan Tokopedia dikabarkan juga akan menjalankan initial public offering (IPO) di bursa saham Indonesia.
Besarnya basis konsumen, mitra, maupun penjual yang terlibat dalam aktivitas Gojek dan Tokopedia tentunya bakal berdampak pada luasnya implikasi yang ditimbulkan oleh aksi merger yang dilakukan, terutama pada aktivitas perekonomian Indonesia.
Riset yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyebutkan, aksi merger ini, akan menyumbangkan Rp300 triliun atau 1,9% hingga 2,1% terhadap produk domestik bruto (PDB) serta menciptakan nilai ekonomi langsung sebesar Rp 17 triliun hingga Rp 34 triliun.
Tim Peneliti LPEM UI, Chaikal Nuryakin, menyebutkan, nilai ekonomi tersebut akan terjadi pada sektor perdagangan, komunikasi dan informasi, restoran, dan pendapatan rumah tangga.
"Berdasarkan simulasi tersebut, secara makro, penggabungan dua unicorn anak bangsa tersebut diperkirakan akan menambahkan 0,1% hingga 0,3% dari kontribusi gabungan Gojek dan Tokopedia terhadap PDB, yang dilaporkan mencapai sampai dengan lebih dari 2% atau sekitar Rp 300 triliun," ujar Chaikal Nuryakin, seperti dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (4/6/2021).
Lebih jauh, penggabungan Tokopedia dan Gojek menjadi GoTo berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian baik secara nasional maupun pada tingkat kabupaten dan kota.
Tim Peneliti LPEM UI, Prani Sastiono, mengungkapkan, selama 2010-2019 dampak signifikan terlihat pada menurunnya tingkat kemiskinan. Menariknya, penurunan kemiskinan terutama terjadi di wilayah kabupaten sebesar 0,443 bps. Hadirnya Tokopedia dan Gojek juga meningkatkan jumlah wirausaha sebesar 2,3%, internet entrepreneurs naik 0,22 bps, dan marketplace entrepreneurs naik 0,03 bps.
"Keberadaan Tokopedia dan Gojek menurunkan entry barriers dalam mendirikan usaha, sehingga mendorong lebih banyak orang atau pekerja untuk berwirausaha," paparnya.
Prani menjabarkan, dampak signifikan juga terjadi pada kepemilikan rekening tabungan dan kepemilikan asuransi rumah tangga terutama di wilayah kota, masing-masing sebesar 0,9 bps dan 3,45 bps.
"Dampak makro ekonomi, seperti dampak terhadap PDB dan pengeluaran, secara rata-rata saat ini masih terbatas dan lebih kuat pada daerah perkotaan, yang mengindikasikan perlunya perbaikan akses terhadap ekonomi digital, sehingga dampak positif ekonomi digital dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Walaupun demikian, temuan riset mengindikasikan bahwa dampak yang diciptakan bertumbuh sepanjang waktu," ujarnya.
Di sisi lain, Chaikal memaparkan, merger Gojek-Tokopedia akan meningkatkan nilai tambah hampir di seluruh lini bisnis GoTo. Merger berpotensi meningkatkan jumlah transaksi dan jumlah pengguna baru. Melalui penghematan biaya dan peningkatan produktivitas, diperkirakan akan ada 20,4 juta tambahan pengguna layanan same day/instant courier melalui Tokopedia, tambahan 1,3 juta transaksi oleh pengguna lama Tokopedia dan 2 juta tambahan transaksi dari pengguna lama Gojek.
"Jumlah pengguna baru juga naik, di mana diperkirakan akan terdapat 3,9 juta pengguna baru Gojek, 9,1 juta pengguna baru Tokopedia, 15,2 juta pengguna baru dompet digital, dan 589.000 penjual terdaftar baru di Tokopedia," kata Chaikal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




