ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bukalapak Buka Suara soal Listing 29 Juli di BEI

Kamis, 24 Juni 2021 | 13:35 WIB
LO
WP
Penulis: Lona Olavia | Editor: WBP
Seorang pengguna layanan belanja di Bukalapak.com melakukan pembayaran di minimarket Indomaret, di Jakarta. Bukalapak.com situs belanja online, menggandeng jaringan retail minimarket Indomaret yang memiliki lebih dari 11.500 gerai di Jawa, Bali, Madura dan Sumatera, untuk melayani transaksi pembayaran. BeritaSatu Photo
Seorang pengguna layanan belanja di Bukalapak.com melakukan pembayaran di minimarket Indomaret, di Jakarta. Bukalapak.com situs belanja online, menggandeng jaringan retail minimarket Indomaret yang memiliki lebih dari 11.500 gerai di Jawa, Bali, Madura dan Sumatera, untuk melayani transaksi pembayaran. BeritaSatu Photo

Jakarta, Beritasatu.com - Bukalapak segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 29 Juli 2021 mendatang. Perusahaan e-commerce ini akan menggunakan kode saham BUKA pada IPO nanti.

Berdasarkan dokumen mini ekspos BEI, disebutkan bahwa Bukalapak pertama kali melakukan registrasi IPO ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Mei 2021. Penawaran saham dilakukan pada 23-27 Juli 2021, dan listing di BEI pada 29 Juli 2021.

VP of Corporate Affairs Bukalapak Siti Sufintri Rahayu enggan memberikan konfirmasi kebenaran atas dokumen yang bocor ke publik tersebut. "Kami senantiasa mengeksplorasi kesempatan bagi perusahaan untuk terus bertumbuh dan berkembang secara finansial. Namun untuk saat ini, kami belum membuat keputusan apa pun," kata dia kepada Investor Daily, Kamis (24/6/2021).

Saat ini kata dia, Bukalapak fokus mencari strategi tepat untuk menjadi perusahaan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi para partner dan pengguna untuk waktu mendatang.

ADVERTISEMENT

Bukalapak menggandeng Mandiri Sekuritas dan Buana Capital Sekuritas sebagai joint lead managing underwriter, serta UBS Sekuritas Indonesia sebagai domestic underwriter. Selain itu, Bukalapak juga menggandeng UBS dan BofA Securities sebagai joint global coordinators, serta UBS, BofA Securities, dan Mandiri Sekuritas sebagai joint bookrunners.

Pada IPO nanti, Bukalapak akan melepas sebanyak-banyaknya 25% dari total modal yang disetor dan ditempatkan, dimana jumlah tersebut termasuk employee stock allocation (ESA) maksimal 0,1%.

Terkait kinerja keuangan, Bukalapak tercatat masih mengalami kerugian sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 1,34 triliun. Namun angka tersebut turun 51,73% dibanding 2019, yang mencapai Rp 2,79 triliun. Adapun pendapatan bersih perusahaan naik 25,55% menjadi sebesar Rp 1,35 triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp 1,07 triliun. Sementara kerugian operasional tahun lalu tercatat sebesar Rp 1,83 triliun, turun dibanding 2019 sebesar Rp 2,84 triliun.

Seperti diberitakan Bukalapak makin mantap untuk mencatatkan sahamnya di bursa saham Indonesia. Bahkan, Bukalapak menargetkan bisa meraih dana sebesar US$ 300 juta dari aksi IPO saham tersebut. Bukalapak didirikan pada 2010 dan telah masuk kelompok perusahaan rintisan teknologi dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau disebut unicorn. Sebagai marketplace, Bukalapak telah menjaring 13,5 juta penjual online dan 100 juta pengguna.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon