ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Airlangga: Ekonomi 2021 Masih Mampu Tumbuh Hingga 4,5%

Selasa, 13 Juli 2021 | 09:41 WIB
N
WP
Penulis: Nasori | Editor: WBP
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan special remarks pada acara Investor Daily Summit (IDS 2021) dengan tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, Selasa 13 Juli 2021. IDS 2021 digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-20 Harian Investor Daily Indonesia yang jatuh pada 26 Juni 2021 lalu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan special remarks pada acara Investor Daily Summit (IDS 2021) dengan tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, Selasa 13 Juli 2021. IDS 2021 digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-20 Harian Investor Daily Indonesia yang jatuh pada 26 Juni 2021 lalu. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan, perekonomian Indonesia tahun ini masih mampu tumbuh di kisaran 3,7% sampai 4,5%, meski muncul varian baru Covid-19 yaitu delta. Apalagi, momentum pemulihan telah mulai dirasakan dengan membaiknya perekonomian pada kuartal I-2021 yang hanya terkontraksi 0,74%.

"Pemerintah memprediksi bahwa di tahun 2021 dengan adanya varian delta diharapkan pandemi Covid-19 ini dapat tertangani sehingga di tahun 2021 kita masih dapat tumbuh positif di 3,7% sampai dengan 4,5%," ujar Airlangga saat menyampaikan special remarks pada acara Investor Daily Summit (IDS 2021) dengan tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, Selasa (13/7/2021).

Pada acara IDS 2021 yang digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-20 Investor Daily tersebut, Airlangga menyebutkan, sejumlah lembaga internasional pun memproyeksikan bahwa procurement Indonesia tahun ini mampu tumbuh 4,3% sampai 4,9%, sedangkan pada 2022 diperkirakan berada di kisaran 5% hingga 5,8%. Permintaan domestik, lanjut dia, saat ini juga telah membaik dan direspons dengan peningkatan aktivitas produksi seperti di sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. "Indeks PMI (Purchasing Managers' Index) manufaktur kita di bulan Juni tetap pada level ekspansi di 53,5. Bahkan, ini lebih tinggi dibandingkan berbagai negara lain, seperti Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia," tandas Airlangga.

Menurut dia, dengan peningkatan aktivitas produksi, dampak negatif terhadap ketenagakerjaan berangsur teratasi sehingga penduduk usia kerja yang terdampak selama pandemi yang pada tahun lalu sebesar 29,12 juta, kini mulai turun menjadi 19,1 juta orang. "Di sisi eksternal, Indonesia terbantu dengan surplus neraca perdagangan selama 13 bulan berturut-turut dan ini ditopang oleh peningkatan harga komoditas global dan hal ini tentu diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi kegiatan ekspor impor Indonesia ke depan," papar Airlangga.

ADVERTISEMENT

Pada saat yang sama, kata dia, arus modal asing kembali masuk dan terjaganya level defisit transaksi berjalan (current account deficit) akan memberikan dasar yang kuat bagi ketahanan sektor eksternal Indonesia. Selanjutnya, dengan berbagai kebijakan ekonomi yang telah diambil pemerintah, termasuk insentif perpajakan seperti relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN), pemerintah melihat bahwa pemulihan ekonomi masih dapat terus berlangsung. "Angka pertumbuhan di kuartal II-2021 diharapkan masih bisa tumbuh di angka 7%," pungkas Airlangga.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pimpin Pertemuan Indonesia-Rusia, Airlangga Bahas Kerja Sama Strategis

Pimpin Pertemuan Indonesia-Rusia, Airlangga Bahas Kerja Sama Strategis

EKONOMI
Airlangga: Stabilitas Ekonomi Kawasan Jadi Fokus KTT ASEAN

Airlangga: Stabilitas Ekonomi Kawasan Jadi Fokus KTT ASEAN

INTERNASIONAL
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I Ungguli Negara G20

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I Ungguli Negara G20

MULTIMEDIA
Airlangga Beberkan Penyebab Rupiah Anjlok Jadi Rp 17.424 Per Dolar AS

Airlangga Beberkan Penyebab Rupiah Anjlok Jadi Rp 17.424 Per Dolar AS

EKONOMI
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Juara di Antara Anggota G20

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Juara di Antara Anggota G20

EKONOMI
Rupiah Tembus Rp 17.360, Airlangga Soroti Tekanan Global

Rupiah Tembus Rp 17.360, Airlangga Soroti Tekanan Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon