BRIDS Pertahankan Rekomendasi Beli GOTO dengan TP Rp 400
Senin, 11 April 2022 | 09:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Listing perdana saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dibuka langsung melonjak ke level Rp 400, dibandingkan harga penawaran Rp 338 per saham. Sedangkan level pergerakan harganya berada di rentang Rp 372-416 pada beberapa menit pertama listing saham.
BEI sebelumnya telah menetapkan total saham free float GOTO mencapai 66% atau setara dengan 781,65 miliar dari total saham yang dicatatkan 1,18 triliun saham. Sedangkan jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat selama IPO mencapai 40,61 miliar saham dengan harga Rp 338 per unit dengan raihan dana Rp 13,73 triliun.
Kepala Divisi Penilian Perusahaan 3 BEI Goklas Tambunan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional perdagangan BEI Irvan Susandy dalam penjelasan resminya di BEI menyebutkan bahwa free float saham GOTO tersebut terdiri atas jumlah saham yang mengalami lock up selama delapan bulan sebanyak 741,04 miliar atau 62,57%. Sedangkan sisanya sebanyak 40,61 miliar saham atau 3,43% tidak di-lock up.
Baca Juga: Debut, Saham GOTO Langsung Naik 18%
BEI dalam penjelasan resminya juga menyebutkan bahwa saham GoTo akan dicatatkan di papan utama pada Senin (11/4/2022) dengan kode saham GOTO. Saham yang dicatatkan terdiri atas saham pendiri Seri A 1,08 triliun unit, saham treasuri seri A sebanyak 10,26 miliar unit, saham pendiri seri B mencapai 50,57 miliar, dan penawaran umum kepada masyarakat seri A mencapai 40,61 miliar unit.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mematok target peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp 11,09 triliun pada 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 7,36 triliun. Sedangkan rugi bersih diprediksi turun dari perkiraan tahun 2021 senilai Rp 12,73 triliun menjadi Rp 11,74 triliun pada 2022.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 400. Target tersebut juga menggambarkan kuatnya bisnis perseroan dengan menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia.
"Perseroan juga memiliki sejumlah mesin pertumbuhan kinerja keuangan ke depan setelah berhasil merger Gojek dengan Tokopedia untuk membentuk GoTo. Integrasi kedua platform tersebut menciptakan peningkatan GTV dengan order lebih besar dan pengeluarkan belanja konsumen lebih tinggi," ujar analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, Senin (11/4/2022).
Tidak hanya itu, dia mengatakan, Gopay akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan ke depan. Sedangkan katalis diperkirakan dengan proyeksi rata-rata pertumbuhan GTV perseroan mencapai 30% sepanjang 2021-2025. Peningkatan didukung pertumbuhan order usai meredanya kasus Covid-19 di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




