ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Misteri Tragedi Air India 171 Bikin Pakar Penerbangan Geleng Kepala

Kamis, 19 Juni 2025 | 08:37 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Kecelakaan pesawat Air India  menewaskan 241 orang di Ahmedabad, India, Kamis (12/6/2025).
Kecelakaan pesawat Air India menewaskan 241 orang di Ahmedabad, India, Kamis (12/6/2025). (AP News/AP Photo)

Jakarta, Beritasatu.com - Tragedi Air India masih terus menyisakan duka. Misteri penyebab jatuhnya pesawat tersebut justru membuat banyak pakar penerbangan geleng-geleng kepala. 

Disebutkan BBC, Kamis (19/6/2025), peristiwa jatuhnya pesawat Air India memang membuat para analis bertanya-tanya. Apalagi pesawat tersebut hanya berada di udara kurang dari 40 detik sebelum akhirnya jatuh dan terbakar di kawasan padat penduduk Ahmedabad. 

“Insiden ini langsung masuk daftar kecelakaan paling membingungkan dalam sejarah penerbangan India,” tulis BBC. 

Kini, para penyelidik bekerja keras membongkar penyebab di balik tragedi ini. Mereka memeriksa puing-puing Boeing 787 Dreamliner, serta menganalisis rekaman suara kokpit dan data teknis penerbangan dari kotak hitam. 

ADVERTISEMENT

Sesuai aturan dari ICAO, organisasi penerbangan sipil internasional, laporan awal kecelakaan harus dirilis dalam 30 hari, dan laporan final idealnya selesai dalam waktu 12 bulan.

Produsen pesawat terbang Amerika Serikat Boeing kembali disorot setelah terjadi kecelakaan pesawat maskapai Air India. Berikut daftar kecelakaan pesawat Boeing dalam beberapa tahun terakhir. - (ANTARA/Perdinan-Dyah)
Produsen pesawat terbang Amerika Serikat Boeing kembali disorot setelah terjadi kecelakaan pesawat maskapai Air India. Berikut daftar kecelakaan pesawat Boeing dalam beberapa tahun terakhir. - (ANTARA/Perdinan-Dyah)

Diketahui Air India AI 171 dengan tujuan London Gatwick itu dipiloti oleh Kapten Sumeet Sabharwal dan kopilot Clive Kundar. Mereka lepas landas dari Bandara Ahmedabad pada pukul 13.39 waktu setempat, membawa 242 penumpang dan hampir 100 ton bahan bakar. 

Namun, hanya beberapa detik setelah tinggal landas, terdengar panggilan darurat dari kokpit. Itulah transmisi terakhir dari Air India 171 sebelum pesawat itu kehilangan ketinggian dan menghantam daratan dalam kobaran api.

Kapten Kishore Chinta, mantan penyelidik dari Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB), menyebut kecelakaan ini sebagai sesuatu yang sangat tidak lazim. Menurutnya, sangat jarang sebuah pesawat yang masih dalam kendali jatuh ke tanah hanya dalam waktu kurang dari satu menit setelah lepas landas. Hingga kini, belum ada kejadian serupa yang tercatat dalam sejarah penerbangan India.

Beberapa dugaan sementara mulai muncul dalam proses penyelidikan. Ada kemungkinan mesin mati karena serangan burung atau bahan bakar yang terkontaminasi. Kondisi cuaca panas dan muatan penuh juga bisa jadi membuat flap pesawat gagal memberikan daya angkat maksimal. 

Selain itu, pihak penyelidik tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan teknis dalam perawatan mesin atau bahkan kesalahan manusia yang menyebabkan suplai bahan bakar terputus secara tak sengaja.

Orang-orang melihat bagian-bagian pesawat Air India yang jatuh pada hari Kamis di atas sebuah gedung di Ahmedabad, India, pada Jumat, 13 Juni 2025. 
 - (AP/AP)
Orang-orang melihat bagian-bagian pesawat Air India yang jatuh pada hari Kamis di atas sebuah gedung di Ahmedabad, India, pada Jumat, 13 Juni 2025. - (AP/AP)

Penyelidikan kecelakaan seperti ini melibatkan pendekatan menyeluruh, dimulai dari analisis puing-puing, pemeriksaan fisik komponen mesin seperti bilah turbin dan kabel yang hangus, hingga pencocokan data teknis dari perangkat perekam penerbangan. 

Data dari Enhanced Airborne Flight Recorder milik Boeing 787 menjadi kunci penting. Perangkat ini mampu merekam percakapan di kokpit, suara latar kabin, hingga pergerakan tuas, aliran bahan bakar, dan performa mesin secara sangat detail.

Jika hasil data menunjukkan bahwa kedua mesin masih aktif saat kecelakaan terjadi, maka perhatian penyelidik akan mengarah ke sistem aerodinamika, terutama flap dan slat yang berfungsi menambah daya angkat pesawat di kecepatan rendah. Namun, bila ditemukan kerusakan pada sistem kontrol penerbangan otomatis, maka masalah ini bisa meluas dan berdampak pada reputasi Boeing secara global. 

“Terlebih, Boeing 787 adalah pesawat yang sangat populer dan telah digunakan lebih dari 1.100 unit di seluruh dunia, termasuk dalam armada Air India," jelas BBC

Kementerian Perhubungan India mengonfirmasi bahwa dari 33 unit Boeing 787 yang dimiliki Air India, sebanyak 24 unit telah diperiksa, dan tidak ditemukan masalah serius. Sementara itu, Presiden dan CEO Boeing, Kelly Ortberg, menyatakan komitmen untuk mendukung penuh penyelidikan ini. Proses investigasi dipimpin oleh tim AAIB India dan melibatkan kolaborasi lintas negara, termasuk dari Boeing, General Electric (pabrikan mesin), serta otoritas keselamatan dari Amerika Serikat dan Inggris.

Peter Goelz, mantan direktur NTSB Amerika Serikat, menegaskan bahwa teknologi investigasi saat ini jauh lebih maju dibanding beberapa dekade lalu. Menurutnya, alat perekam modern bisa mencatat ribuan parameter teknis setiap detik, berbanding jauh dengan rekaman pada tahun 1990-an yang hanya mencatat empat variabel utama. Dengan teknologi ini, penyelidik dapat membangun ulang seluruh kronologi kecelakaan secara lebih akurat.

Puing-puing pesawat Air India 171 juga tak kalah penting. Setiap bagian, mulai dari baut, mur, saluran bahan bakar, hingga filter akan diperiksa. Jika data digital sudah memberikan gambaran kuat, rekonstruksi fisik mungkin tidak diperlukan secara menyeluruh. Namun, pemeriksaan mendetail terhadap sistem bahan bakar tetap harus dilakukan, termasuk pada peralatan pengisian yang digunakan sebelum keberangkatan.

Tak hanya itu, riwayat perawatan pesawat, data kesalahan teknis sebelumnya, serta log komunikasi ACARS akan ditelaah. Pelatihan awak, performa dalam simulator, hingga lisensi juga akan dievaluasi untuk memastikan bahwa kru benar-benar siap menghadapi situasi darurat. Bahkan komponen pesawat yang pernah diganti akan dilacak ulang guna mencari kemungkinan adanya pola kerusakan yang luput dari pengawasan.

Tragedi Air India 171 memang membuat banyak pakar penerbangan geleng kepala. Masih terlalu banyak hal yang belum terjawab, dan investigasi ini menjadi salah satu yang paling kompleks dalam sejarah penerbangan sipil India. Dengan teknologi yang canggih dan kolaborasi internasional, harapannya penyebab kecelakaan bisa diungkap secara transparan.

Bagi Air India, peristiwa ini bukan hanya duka mendalam, tapi juga momen refleksi untuk memperkuat standar keselamatan di masa mendatang. Dunia menunggu jawaban, dan semua mata kini tertuju pada kesimpulan yang akan lahir dari misteri kelam ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Air India Rugi, CEO Singapore Airlines: Kami Paham Pasar Saat Ini

Air India Rugi, CEO Singapore Airlines: Kami Paham Pasar Saat Ini

EKONOMI
Krisis Berlapis Air India dari Rugi Rp 39 Triliun hingga Avtur Mahal

Krisis Berlapis Air India dari Rugi Rp 39 Triliun hingga Avtur Mahal

INTERNASIONAL
Hasil Investigasi Kecelakaan Air India Bakal Dirilis Bulan Depan

Hasil Investigasi Kecelakaan Air India Bakal Dirilis Bulan Depan

INTERNASIONAL
Pilot Air India Meninggal di Bali Kena Serangan Jantung

Pilot Air India Meninggal di Bali Kena Serangan Jantung

BALI
Salah Terbangkan Pesawat, Air India Terpaksa Putar Balik

Salah Terbangkan Pesawat, Air India Terpaksa Putar Balik

INTERNASIONAL
Evakuasi Ribuan Warga, Maskapai India Mulai Buka Penerbangan

Evakuasi Ribuan Warga, Maskapai India Mulai Buka Penerbangan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon