Trump Bakal Temui Prabowo dan Pemimpin Negara Muslim untuk Bahas Gaza
Selasa, 23 September 2025 | 11:21 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu para pemimpin negara mayoritas Muslim pada Selasa (23/9/2025) waktu AS, untuk membahas situasi Gaza, yang terus menjadi sasaran serangan intensif dari Israel, sekutu utama Washington.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pertemuan multilateral ini akan dihadiri Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, Turki, Indonesia, dan Pakistan. Sumber diplomatik menyebut Gaza akan menjadi agenda utama.
Menurut laporan Axios, Trump akan memaparkan proposal perdamaian serta rencana pemerintahan pascaperang di Gaza. Rencana tersebut mencakup pembebasan sandera, penghentian perang, hingga penarikan pasukan Israel, dengan syarat Hamas tidak dilibatkan dalam struktur pemerintahan baru.
Washington juga berharap negara-negara Arab dan Muslim setuju mengirim pasukan ke Gaza untuk memfasilitasi penarikan militer Israel, sekaligus mengamankan dana pembangunan kembali.
Pidato di PBB
Trump akan menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB pada Selasa, sehari setelah puluhan pemimpin dunia menyuarakan dukungan pengakuan negara Palestina.
AS dan Israel tetap berpegang pada solusi dua negara sebagai jalan damai, meski Israel menolak pengakuan Palestina yang dinilai memberi hadiah kepada ekstremisme.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan puluhan ribu orang, memaksa jutaan warga mengungsi, dan memicu krisis kelaparan. PBB, akademisi, dan pakar HAM menilai serangan tersebut memenuhi kriteria genosida.
Israel berdalih tindakannya adalah pembelaan diri setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang. Perang kemudian merembet ke Iran, Lebanon, Suriah, Yaman, hingga Qatar akibat serangan udara Israel.
Trump berulang kali berjanji mengakhiri perang Gaza sejak awal masa jabatannya. Ia sempat menengahi gencatan senjata dua bulan, namun berakhir pada Maret setelah serangan Israel menewaskan 400 warga Palestina.
Kemarahan global meningkat setelah beredar gambar warga Gaza kelaparan, termasuk anak-anak. Pada Februari lalu, Trump sempat mengusulkan agar AS mengambil alih Gaza dan memindahkan permanen warga Palestina. Rencana itu dikecam luas dan disebut sebagai “pembersihan etnis” oleh PBB serta pakar HAM, karena pengusiran paksa melanggar hukum internasional.
Trump membela diri dengan menyebut usulan tersebut sebagai rencana pembangunan kembali, meski menuai kritik tajam dari komunitas internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




