ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Komite Nobel Dapat Tekanan Menangkan Trump, Netanyahu: Dia Pantas

Jumat, 10 Oktober 2025 | 13:18 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
PM Israel Benjamin Netanyahu saat memberi ucapan selamat kepada Donald Trump yang menjadi presiden AS ke-45 pada 2016.
PM Israel Benjamin Netanyahu saat memberi ucapan selamat kepada Donald Trump yang menjadi presiden AS ke-45 pada 2016. (Twitter.com/@netanyahu)

Washington, Beritasatu.com —  Sejumlah pemimpin dunia dan kelompok advokasi meningkatkan tekanan kepada Komite Nobel agar menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian 2025 kepada Presiden AS Donald Trump.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menghentikan sementara negosiasi gencatan senjata di Gaza pada 9 Oktober untuk mengunggah foto di platform X, memperlihatkan dirinya mengenakan medali Nobel besar di leher Trump.

“Dia pantas mendapatkannya!” tulis Netanyahu dalam unggahannya, yang dianggap sebagai bagian dari upaya internasional menit-menit terakhir untuk mendorong Komite Nobel Norwegia memberikan penghargaan prestisius itu kepada Trump.

ADVERTISEMENT

Jika terwujud, Trump akan menjadi presiden kelima Amerika Serikat yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Trump secara terbuka menyatakan keinginannya meraih Nobel. Para pendukungnya di dalam negeri maupun luar negeri kini berupaya meyakinkan bahwa ia layak mendapatkan penghargaan tersebut berkat perannya dalam menegosiasikan gencatan senjata di Gaza dan Ukraina, serta mediasi di berbagai konflik lain seperti antara Rwanda–Kongo, India–Pakistan, dan Mesir–Ethiopia.

“Saya telah menuntaskan tujuh perjanjian damai, dan yang kedelapan segera menyusul,” ujar Trump di Gedung Putih pada Kamis (9/10/2025), menyinggung kesepakatan damai Israel–Hamas.

Para pendukungnya menilai Trump layak diakui atas hasil nyata yang telah menyelamatkan banyak nyawa, bukan sekadar janji politik.

Meski tekanan publik meningkat, para analis menilai kecil kemungkinan lobi politik memengaruhi keputusan Komite Nobel Norwegia, yang independen dan menjaga reputasi penghargaan tersebut.

Hingga September lalu, komite menerima 338 nominasi untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2025, terdiri atas 244 individu dan 94 organisasi. Nama-nama kandidat tidak dipublikasikan.

Presiden Barack Obama pernah menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 2009, hanya sembilan bulan setelah menjabat, atas jasanya “menciptakan iklim baru dalam politik internasional.” Sejak saat itu, banyak kalangan Partai Republik menuduh Komite Nobel bersikap politis.

Trump sebelumnya juga pernah dinominasikan, termasuk pada 2021, namun gagal meraih penghargaan. Tahun ini, namanya bahkan tidak masuk dalam daftar kandidat potensial yang dirilis oleh Peace Research Institute Oslo (PRIO).

“Trump patut diapresiasi atas upaya damainya di Gaza dan Ukraina, tetapi masih terlalu dini untuk menilai apakah hasilnya akan menciptakan perdamaian abadi,” kata Nina Graeger, Direktur PRIO.

Graeger menambahkan, kebijakan luar negeri Trump yang cenderung unilateral dan sikap kontroversialnya terhadap lembaga internasional membuat sebagian pihak skeptis terhadap pencalonannya.

Namun, jika inisiatif damainya terbukti berhasil, Komite Nobel disebut mungkin mempertimbangkan Trump secara lebih serius untuk penghargaan tahun depan, bersama mediator lain seperti Qatar dan Mesir.

Saat ditanya di Gedung Putih mengenai peluangnya, Trump mengatakan tidak yakin akan menang, namun menyebut akan menjadi “penghinaan bagi Amerika Serikat” jika upayanya mengakhiri banyak konflik dunia tidak mendapat pengakuan dari Komite Nobel.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

INTERNASIONAL
Alasan Trump Sebut Dirinya

Alasan Trump Sebut Dirinya "Bos" di Depan Pemimpin Dunia Saat KTT G7

INTERNASIONAL
Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

INTERNASIONAL
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump dan JD Vance Kecam Israel yang Kritik Kesepakatan Damai AS-Iran

Trump dan JD Vance Kecam Israel yang Kritik Kesepakatan Damai AS-Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon