Mengenal MDC Brooklyn, Penjara Neraka di Bumi Tempat Maduro Ditahan
Senin, 5 Januari 2026 | 13:36 WIB
New York, Beritasatu.com – Penjara di Brooklyn yang kini menahan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bukanlah fasilitas pemasyarakatan biasa. Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn dikenal sebagai fasilitas yang sangat bermasalah, bahkan beberapa hakim federal sempat menolak mengirim narapidana ke sana karena kondisinya yang dianggap tidak manusiawi.
Dibuka pada awal 1990-an, penjara ini saat ini menampung sekitar 1.300 narapidana. MDC Brooklyn menjadi tempat pendaratan rutin bagi tahanan yang menunggu persidangan federal di Manhattan dan Brooklyn, mulai dari gembong narkoba hingga pelaku kejahatan kerah putih.
Pada Sabtu (3/1/2026) malam, sekelompok besar warga Venezuela yang tinggal di New York berkumpul di trotoar luar penjara. Banyak dari mereka mengenakan bendera nasional sebagai bentuk perayaan atas penangkapan Maduro. Kerumunan bersorak saat iring-iringan kendaraan penegak hukum yang diyakini membawa pemimpin yang digulingkan tersebut tiba di gerbang MDC.
Menariknya, Maduro bukanlah presiden pertama yang merasakan dinginnya sel di Brooklyn. Sebelumnya, mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez juga pernah mendekam di sini atas kasus narkoba, sebelum akhirnya diampuni dan dibebaskan oleh Donald Trump pada Desember lalu.
Pemandangan Patung Liberty
Terletak di kawasan industri tepi laut dan berada dalam jarak pandang Patung Liberty, MDC Brooklyn sering digambarkan oleh para pengacara sebagai "neraka di bumi" dan "tragedi yang terus berlanjut”.
Para tahanan kerap mengeluhkan kekerasan yang merajalela. Tercatat dua tahanan tewas dibunuh oleh sesama narapidana pada tahun 2024. Selain itu, fasilitas ini pernah mengalami pemadaman listrik selama seminggu pada musim dingin 2019, yang memaksa para narapidana bertahan di tengah kegelapan yang membeku.
MDC Brooklyn juga pernah menampung pesohor seperti R. Kelly, Sean "Diddy" Combs, hingga taipan kripto Sam Bankman-Fried. Saat ini, salah satu pendiri kartel Sinaloa, Ismael “El Mayo” Zambada Garcia, juga dilaporkan menghuni penjara yang sama.
Upaya Perbaikan dan Wajah-wajah Familiar Merespons kritik tajam dari para hakim, Biro Penjara federal menyatakan telah melakukan perbaikan signifikan sejak September lalu. Staf medis ditambah, ratusan permintaan pemeliharaan diselesaikan, dan sistem pemanas serta pendingin udara diperbaiki.
“Singkatnya, MDC Brooklyn aman bagi para narapidana dan staf,” klaim pihak Biro Penjara.
Di dalam sel, Maduro kemungkinan akan bertemu dengan sosok-sosok dari masa lalunya. Salah satunya adalah Hugo Carvajal, mantan kepala intelijen Venezuela yang membelot dari Maduro pada 2019 dan kini bekerja sama dengan otoritas AS. Selain itu, terdapat Anderson Zambrano-Pacheco, anggota geng motor Tren de Aragua asal Venezuela yang sempat viral dalam kampanye kepresidenan Trump.
Pengetatan keamanan di MDC Brooklyn terus menjadi sorotan global, terutama karena penjara ini menjadi benteng terakhir bagi para tokoh kontroversial yang berhadapan dengan hukum federal Amerika Serikat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




