2 Opsi Trump untuk Greenland: Mau Pilih Cara Mudah atau Sulit?
Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:28 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait ambisinya menguasai Greenland. Pada Jumat (9/1/2026), Trump secara terang-terangan mengisyaratkan kemungkinan penggunaan kekerasan untuk merebut pulau otonom tersebut, sekaligus mengabaikan kedaulatan Denmark atas wilayah Arktik itu.
Pernyataan ini muncul dalam pertemuan di Gedung Putih bersama para eksekutif perusahaan minyak. Trump menegaskan bahwa kontrol atas Greenland sangat krusial bagi keamanan nasional AS, terutama di tengah meningkatnya pengaruh militer Rusia dan China di wilayah kutub utara.
"Kita akan melakukan sesuatu di Greenland, suka atau tidak suka," tegas Trump. "Saya ingin membuat kesepakatan, Anda tahu, dengan cara yang mudah. Tetapi jika kita tidak melakukannya dengan cara yang mudah, kita akan melakukannya dengan cara yang sulit."
Trump berdalih bahwa langkah agresif ini bertujuan mencegah rival geopolitik AS mengambil alih wilayah yang kaya akan sumber daya mineral tersebut. Meskipun Rusia dan China telah meningkatkan aktivitas militernya di Arktik, hingga saat ini belum ada klaim kepemilikan formal dari kedua negara tersebut atas Greenland.
"Kita tidak akan membiarkan Rusia atau China menduduki Greenland. Itulah yang akan mereka lakukan jika kita tidak bertindak. Jadi kita akan melakukan sesuatu dengan Greenland, entah dengan cara yang baik atau dengan cara yang lebih sulit," tambah Trump.
Ancaman Trump ini memicu reaksi keras dari Denmark dan sekutu Eropa lainnya. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, memberikan peringatan bahwa segala bentuk upaya invasi atau pengambilalihan paksa terhadap Greenland akan merusak struktur keamanan pasca-Perang Dunia II, termasuk eksistensi NATO.
Namun, Trump tampak tidak bergeming dengan peringatan dari salah satu sekutu setianya tersebut. Ia bahkan mempertanyakan dasar kepemilikan Denmark atas pulau tersebut secara historis.
"Saya juga penggemar Denmark, harus saya akui. Dan Anda tahu, mereka sangat baik kepada saya," ujar Trump dengan nada santai.
“Namun tahukah Anda, fakta bahwa mereka pernah berlabuh di sana 500 tahun yang lalu bukan berarti mereka memiliki tanah itu,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Denmark serta perwakilan resmi dari Greenland pada pekan depan untuk membahas ketegangan yang kian memuncak ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




