Pulang dari RI, WNA Australia Kena Campak dan Notifikasi Kemenkes
Minggu, 22 Februari 2026 | 20:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan resmi dari otoritas kesehatan Australia mengenai satu kasus campak yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Notifikasi tersebut disampaikan melalui mekanisme International Health Regulations (IHR).
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menjelaskan, laporan itu diterima melalui Australia IHR National Focal Point dan telah diverifikasi serta ditindaklanjuti oleh Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes.
"Berdasarkan informasi yang diterima, kasus merupakan perempuan usia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012. Yang bersangkutan melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta–Perth pada 7–8 Februari 2026," kata Aji di Jakarta, Minggu (22/2/2026), dikutip dari Antara.
Menurut Aji, gejala ruam muncul pada 8 Februari setibanya di Perth dan hasil pemeriksaan PCR menunjukkan positif campak. Hingga kini dilaporkan satu kasus tanpa kematian. Pasien diketahui merupakan warga negara Australia yang sebelumnya berkunjung ke Bandung.
Ia menambahkan, otoritas Australia masih melakukan penelusuran lanjutan dan belum menyampaikan informasi lebih rinci terkait perkembangan kasus tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan investigasi epidemiologi serta memperkuat surveilans sesuai prosedur nasional penanganan campak. Sampai saat ini belum ditemukan kasus tambahan yang berkaitan, namun pemantauan tetap diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan kasus suspek lainnya.
"Perlu ditegaskan bahwa campak masih ditemukan di berbagai negara dan bersifat sangat menular. Secara nasional, pada tahun 2025 tercatat 9.760 kasus terkonfirmasi, dan hingga Februari 2026 dilaporkan 269 kasus," katanya.
Ia juga memastikan bahwa hingga kini belum ada penetapan kejadian luar biasa (KLB) campak secara nasional. Pemantauan terus dilakukan melalui sistem surveilans aktif. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk memastikan imunisasi campak telah lengkap sesuai jadwal, khususnya bagi mereka yang akan melakukan perjalanan internasional.
"Masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, dan bagi yang terinfeksi campak agar membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan," jelas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




