Tebar Ancaman, Trump: Hari Ini Iran Akan Dihantam Keras!
Minggu, 8 Maret 2026 | 06:35 WIB
Doral, AS, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras terhadap Teheran melalui unggahan di media sosial miliknya. Trump menegaskan bahwa lebih banyak pejabat Iran yang akan menjadi sasaran operasi militer, seraya menyatakan bahwa negara tersebut bakal menerima hantaman hebat dalam waktu dekat.
“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras!” tulis Trump dalam unggahan yang memicu reaksi global tersebut, dikutip media, Minggu (8/3/2026) WIB.
Menurut Trump, sikap lunak yang ditunjukkan Teheran belakangan ini, termasuk permohonan maaf kepada negara-negara tetangga bukanlah murni keinginan diplomatik, melainkan dampak dari tekanan militer yang masif.
“Iran, yang sedang dihancurkan habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, dan berjanji bahwa mereka tidak akan menembaki mereka lagi. Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel,” tegas Trump.
Lebih lanjut, pemimpin AS tersebut mengancam akan memperluas cakupan target militernya. Ia menyebutkan adanya area dan kelompok baru yang kini masuk dalam radar penghancuran total akibat perilaku Teheran yang dianggap melampaui batas.
“Area dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan untuk dijadikan target hingga saat ini, karena perilaku buruk Iran, sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan dipastikan akan dibunuh,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Di pihak lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas rentetan serangan Iran ke wilayah regional. Pezeshkian mengeklaim bahwa insiden tersebut terjadi akibat adanya "miskomunikasi di dalam jajaran militer" Teheran.
Ia menjelaskan bahwa dewan kepemimpinan sementara telah menyetujui penangguhan serangan terhadap negara tetangga, dengan syarat wilayah mereka tidak digunakan sebagai basis serangan terhadap kedaulatan Iran.
Meski retorika perangnya menguat, Trump menyatakan keengganannya untuk memperluas aliansi dengan kelompok lokal tertentu di lapangan. Saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, ia mengungkapkan telah menolak keterlibatan pejuang Kurdi dalam upaya menggulingkan pemerintah Iran.
Walaupun para pejuang Kurdi menyatakan kesiapan mereka untuk membantu, Trump menilai kehadiran mereka justru akan menambah benang kusut dalam geopolitik Timur Tengah yang sudah membara. “Perang ini sudah cukup rumit tanpa harus melibatkan Kurdi,” ujar Trump singkat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




